Tausiyah Ramadhan Bersama DR. (HC). Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA.

0
231

Ramadhan: Bulan Perjuangan, termasuk Perjuangan Menuntut Ilmu

“Sebuah keiatan jika dinilai ibadah di luar bulan Ramadhan, turut menjadi ibadah pada bulan Ramadhan– seperti menuntut ilmu– kecuali jika ada dalil-dalil yang melarang untuk melakukannya.” – DR. (HC). Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA.

Bulan Ramadhan selalu identik dengan bulan ibadah. Pada bulan ini, umat Muslim di seluruh dunia lebih intensif malakukan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun jangan dilupa, bulan Ramadhan turut disebut sebagai Bulan Perjuangan. Nabi SAW banyak bersedekah dan  berkorban harta pada bulan ini. Perang Badar dan Fathu Mekah terjadi pada bulan Ramadhan. Bahkan berpuasa itu sendiri dapat diartikan sebagai sebuah perjuangan. Intinya, bulan Ramadhan merupakan bulan untuk meningkatkan kebaikan secara umum.

Tema RDK UGM 1439H adalah sesuatu yang aneh, karena image yang sudah tertanam bahwa di bulan Ramadhan tidak perlu banyak kesibukan selain ibadah; seperti membaca Al-Qur’an. Bahkan diriwayatkan para ulama akan menutup majlis-majlis ilmu saat Ramadhan dan memfokuskan diri membaca Al-Qur’an.

Walau bagaimanapun, sebuah ibadah di luar bulan Ramadhan turut menjadi ibadah pada bulan Ramadhan, seperti menuntut ilmu, kecuali jika ada dalil-dalil yang melarang untuk melakukannya. Menuntut ilmu itu besar pahalanya, bahkan lebih besar amalannya daripada ibadah-ibadah sunnah. Sungguh aneh jika pada bulan Ramadhan menuntut ilmu tidak dilakukan atau dihentikan.

Oleh itu, menuntut ilmu pada bulan Ramadhan tetap menjadi keutamaan namun jangan melupakan ibadah seperti membaca Al-Qur’an. Kekeliruan pengetahuan dan pemahaman ilmu sosial dan politik dan ilmu-ilmu umum lainnya telah menyebabkan penderitaan umat Muslim di berbagai belahan dunia.

Umat hari ini memerlukan lebih banyak penguasaan ilmu-ilmu Islam yang memadai dengan pemahaman yang lurus, tidak liberal, tidak ekstrim kanan. Generasi Islam saat ini memerlukan umat yang mempunyai pengetahuan ilmu-ilmu dasar Islam yang standard sehingga keperluan dalam diri, keluarga dan lingkungan memadai. Tetap semangat untuk terus belajar sehingga menjadi ulama yang pemahaman ilmunya baik dan kuat amalannya, sehingga kemudian kita dapat menjadi pelopor kebangkitan Islam, amiin (Athifa).