Membentuk Pribadi Entrepreneur Muslim

0
72

NOTULA KEGIATAN

RAMADHAN DI KAMPUS UNIVERSITAS GADJAH MADA 1440 H

Nama Kegiatan Tema Pembicara Hari, Tanggal Tempat Waktu Penulis Notula
Kajian Samudra #4 Membentuk Pribadi Entrepreneur Muslim Ust. Valentino Dinsi S.E, M.M., M.B.A. Kamis, 09 Mei 2019 Ruang Utama Masjid Kampus UGM 15.55 s.d. 17.15 Amin Bahtiar

Materi

Hanya orang-orang yang mau berdiri dan melangkah yang sukses akan tetapi banyak orang yang tidak mau untuk berbuat. Begitu banyak seminar dan pelatihan tentang kewirausahaan akan tetapi hanya sedikit yang mejadi pegusaha, karena kebanyakan mau doang tanpa berbuat. Its your time.

Transisi yang akan terjadi pada tanggal 22 dapat menimbulkan gejolak dimana ada siklus pada bidang ekonomi setiap 10 tahunan yaitu 1998, 2008, dan harusnya 2018. Siapapun yang mau mengambil kesempatan tersebut maka 10 atau 20 tahun medatang dia akan sukses. Seperti yang dilakukan Sandiaga Uno & Chairul Tanjung. Sandiaga Uno sekarang menjadi uang terkaya nomor 40, sementara Chairul Tanjung terkaya nomor 4. Kesuksesan tersebut tidak diraih dengan instan di mana memanfaatkan momentum yang ada kemudian 10-20 tahun ke depan tinggal dilihat hasilnya.

Adanya peluang bagi generasi milenial untuk memanfaatkan momentum tersebut agar 20 tahun ke depan dapat sukses, tetapi juga dibarengi dengan aksi nyata untuk mewujudkan kesuksesan. Nasib orang bekerja sebagai karyawan jika dihitung dengan penghasilan ditambah 10% setiap tahunnya dari mulai bekerja hingga pensiun, maka diperoleh gaji 3,5 – 4 milyar saja. Jika ingin memperoleh lebih besar, tidak dapat hanya bekerja sebagai karyawan saja.

Berdasarkan pengalaman pembicara, beliau memulai karir dengan menjadi tukang fotokopi di Garuda Indonesia, kemudian diangkat menjadi karyawan. Setelah menjadi pegawai, setahun kemudian menjadi manajer termuda di Garuda Indonesia. Beliau harus keluar dari Garuda Indonesia sebagai bentuk pelunasan hutang di koperasi.

Setelah keluar, kemudian beliau melajutkan pendidikan S2. Kemudian bekerja sebagai manajer di perusahaan Zulkifli Hasan dengan gaji 5 juta di tahun 2002. Karena merasa tidak cocok, beliau keluar dari pekerjaan tersebut dan memilih menulis buku “Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian”. Kemudian buku tersebut meledak dan dalam waktu 4-5 tahun sudah dapat membuka cabang 56 toko buku, percetakan, penerbitan, dan macam-macam lainnya.

Ada kesalahan ketika kita selalu bicara tentang angka, angka dan angka. Angka itu ibarat iceberg (gunung es) yang tampak di permukaan saja. Padahal, esensi entrepreneurship dalam Islam yang harus dipegang sebagai hal yang fundamental. Dalam surah As-Saf (61) ayat 10, “Wahai orang-orang yang beriman, maukah kalian kutunjukkan bisnis yang akan menyelamatkan kalian dari azab yang pedih?”. Hikmah yang bisa diambil dari ayat tersebut:

  1. Berbisnis karena semata-mata berjihad di jalan Allah.
  2. Orang yang melakukan bisnis karena jihad di jalan Allah akan terbebas dari haram, riba, dan bisnis remang-remang.

Pondasi bisnis harus dibangun dengan kuat. Tauhid dan Iman harus diperbaiki terlebih dahulu yang nantinya mendapatkan pertolongan dari Allah. Hal yang menjadi perhatian untuk masa sekarang ini sebagai anak muda untuk membangun binsis adalah :

  1. berada pada waktu yang tepat di arus perubahan di mana saat ini adalah masa turbulensi atau perubahan yang sangat besar setelah pilpres;
  2. Sekitar 2/3 penduduk Indonesia berumur 35 tahun ke bawah. Fakta ini menunjukkan bahwa kesempatan dan peluang menjadi pemimpin masa depan Indonesia masih luas.
  3. Penduduk Indonesia berjumlah total 250 juta di mana sebanyak 227,3 juta orang di antaranya adalah orang beragama Islam. Sayangnya, tidak ada yang menjadi direktur utama perusahaan multinasional.

Di dalam kisah sahabat nabi, kekayaan seorang Abdurahman bin Auf berjumlah 37 triliun. Beliau mengatakan sebaik-baiknya harta adalah yang berada di tangan umat Soleh. Sahabat tersebut mengatakan, “Siapakah kalian yang ingin meminjamkan kepada Allah (infak/sumbangan) untuk perang, sejak masuk Islam hidupnya menjadi makmur dan sejahtera, dunia yang datang, dan ketika mengangkat batu kujumpai emas dan perak.”

Bagaimana menjadi pengusaha, kalian hidup di zaman modern? Usaha bisa dimulai dari jempol, jualan barang online. Cukup ketahui produk yang banyak diminati, usaha dapat dijalankan. Zaman dimudahkan dengan teknologi. Pembicara akan menulis buku yang ke tujuh belas dengan judul, “Masjid Mandiri: Membangun Ekonomi Berbasis Masjid”. Hal yang melatarbelakangi pembuatan buku tersebut antara lain:

  1. Rasulullah dari Mekah ke Madinah yang pertama membangun masjid
  2. Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan di akhirat yaitu orang2 yang terikat hatinya dengan masjid
  3. Jumlah masjid di Indonesia mencapai 850.000 masjid dan 227.000.000 penduduk Islam siapa yang dapat mengelola ini untuk dikembangkan dengan baik.

“Kunci untuk menjadi pengusaha setelah keimanan yaitu kreativitas dan inovasi dengan melakukan design thinking.”

 

Tanya Jawab

  1. Ulhaq – FIB UGM

Boneka maskot wonderful Indonesia berikhtiar penuh namun, kesulitannya adalah dalam memasarkan produk tersebut. Bagaimana memasarkan hal tersebut?

Jawab :

Belajarlah digital marketing, Facebook ads, pemasaran harus spesifik, belajar riset marketing, dan belajar membuat semua usaha dengan digitalisasi. Kemudian, memulai juga untuk belajar design thinking sehingga produknya menjadi unggul.

  1. Halimah – SV

Bagaimana cara membangkitkan binis yang diikuti rasa takut gagal?

Jawab :

Jangan takut gagal dan salah. KFC baru mulai bisnis 67 tahun, 370 kegagalan, percobaan ke 371 baru berhasil. Thomas Alfa Edison sudah gagal 10.000 kali baru berhasil membuat lampu. Usaha dapat dimulai dari yang kecil terlebih dahulu, kemudian naik setingkat demi setingkat. Belajar terus hingga bisa, mahir, dan kemudian ahli. Kuncinya juga adalah ketqwaan kepada Allah karena Allah yang akan menjalankan bisnis tersebut.

Unduh versi pdf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here