How to be Great Author ?

0
65

KABUMA #5
Senin, 21 Mei 2018
16.00—17.15
Ustadz Yusuf Maulana
“How to be Great Author?”
Notulis oleh Kamila Munna

MATERI

Seringkali posisi peserta didik di negara-negara Islam tertinggal. Kondisi saat ini sangat jauh dengan 14 abad silam.Menurut Syekh Al Qardhawi, tugas besar yang harus kita lakukan adalah menaklukkan Konstantinopel. Tahun 1453 Byzantium Timur telah berhasil ditaklukkan oleh Muhammad Al Fatih. Dari kecil, shalat beliau tidak pernah teralaikan, baik fardhu maupun sunnah. Pertanyaannyaadalah: Mana yang dimaksud dengan Byzantium Barat? Beberapa orang cenderung ke Romawi (Roma). Belakangan ini muncul, Byzantium Barat yang dimaksud di Rusia, bukan Vatikan. Hal ini karena Rusia masih ortodok. Menurut beliau, penaklukkan Byzantium Barat bukan dengan pedang, jangan-jangan dengan pena. Pendekatan di Eropa bukan dengan pedang, tapi dengan pena. Mereka luluh dengan Islam bukan dengan kekerasan, tetapi dengan diskusi ilmiah, pengembangan ilmu, dan lain sebagainya.
Ibnu Khaldun berpendapat bahwa peradaban yang menang cenderung menyetir peradaban yang kalah.

Ada beberapa jenis perpustakan dalam masa perkembangan Islam, antara lain sebagai berikut.
1. Perpustakaan Baitul Hikmah.
Perpustakaan ini dibangun pada masa Dinasti Abasyiah, biasanya digunakan untuk penelitian.
2. Perpustakaan khusus para Sultan.
Pada umur 17 tahun, Ibnu Sina mampu mengatasi penyakit Sang Sultan. Ini merupakan pencapaian tertinggi beliau. Bayarannya bukan dinar, tetapi Ibnu Sina meminta diizinkan ke Perpustakaan Sultan, karena beliau tidak memiliki akses ke sana.
Sampai abad 20, karya Ibnu Sina masih bisa jadi rujukan di Eropa.
3. Perpustakaan sekolah.
Salah satu perpustakaan sekolah didirikan atas bantuan pejabat Qadhi Al Fadhil, Menteri Salahudin Al Ayyubi. Beliau tidak hanya membangun gedungnya, tetapi juga menyumbangkan 200.000 jilid buku.
4. Perpustakaan Masjid/ Universitas.
Ulama dan Saintis tidak pernah terlepas dari berkarya. Saat ini, kalau ada masalah, buat status. Dulu, kalau ada masalah, buat risalah.

Salah satu keajaiban zaman, Al Jazair. Pada masanya, sudah ada robot. Para ulama pada masa itu apabila ada persoalan, saintis harus memecahkannya. Outputnya apa? Buku, bukan keluhan.
Siapa yang pertama kali menemukanpesawat terbang? Orang akan menjawab Orville Wright dan Wilbur Wright. Mengapa nama Abbas Ibnu Firnas hilang? Padahal beliau adalah manusia pertama yang mengembangkan alat penerbangan. Penemu Muslim yang lainadalah Ibnu Nafis. Beliau telah menemukan sirkulasi darah minor.
Nama mereka hilang karena curangnya Barat tidak mencantumkan sitasi dari khazanah Islam dalam penemuan-penemuan mereka. Dahulu orang Barat berguru ke Muslimin. Jangan kaget, koleksi yang banyak dimiiki Vatikan adalah buku-buku dengan tema-tema Islam.
Pada abad kegelapan di Eropa, pernah dilakukan pembunuhan massal kucing di Inggris karena kucing dianggap identik dengan sihir. Praktikum kimia juga dianggap sihir. Suudzon terus.
Giordano Bruno Rela dibakar oleh Gereja hanya untuk mempertahankan Bumi bukan pusat alam semesta. Sekarang Muslimin masih debat Bumi bulat, lonjong atau datar, nonsense. Padahal pada abad ke-16, Piri Reis—astronom Usmani—sudah membuat peta dunia yang sangat teliti layaknya 3 dimensi.
Masuklah ke perangkt islam yg khuluq: membaca.

TANYA JAWAB
Tanya:
Mengapa saat ini pesantren hanya tentang agama, padahal dulu ada pengetahuan umum pula? Bagaimana memotivasi Muslim semangat literasi?
Jawab:
Dulu pesantren memang mempelajari agama dan pengetahuan umum. Pada masa penjajahan Belanda, disebarkan isu kalau pesantren hanya mempelajari ilmu agama. Hal ini menyebabkan ilmu agama dan pengetahuan umum terpisah. Seharusnya tidak demikian.
Hari ini anak-anak muda belajar keislaman, makin ke sini makin meningkat, walau tantangannya makin berat. Anak muda Islam mempelajari bahasa, hafalan, dll. Bizantium Barat bisa direbut Muslimin dirahasiakan. Baitul Maqdis sangat diimpikan banyak ulama. Bagaimana memproyeksikan ilmu pengetahuan: umat Isam berkewajiban sampai liang lahat menuntut ilmu. Kesadaran ilmu pengetahuan harusnya sudah jadi budaya. Hadirkan di rumah kita. Ulama dari main catur, bisa bikin risalah. Al Farabi ahli matematika, pintar musik dan fisika. Sekarang musik malah pelarian dari matematika.

KESIMPULAN
Peradaban Islam pernah mencapai keemasannya melalui kesadaran yang tinggi akan ilmu dan membaca buku. Jika kita ingin mengulang masa keemasan itu, maka kita harus menguasai ilmu dan pena.