Disiplin Ilmu Psikologi dalam Perspektif Al-Qur’an

0
123

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru & pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahawa Al-Qur’an itu adalah benar”.

(QS Al-Fusilat: 53)

 

 

 

Bissmillah… Assalamualaykum Sahabat Japans,

Nah, pada artikel JAPANS (Jelajah Pengetahuan dalam Al-Qur’an) kali ini akan diulas mengenai disiplin ilmu psikologi dalam perspektif (pandangan) Al-Qur’an. Sahabat Japans seperti yang telah kita ketahui, Al-Qur’anul Karim telah diciptakan tanpa celah kekurangan dan sesempurna mungkin sebagai petunjuk bagi semua umat manusia. Atas kesempurnaan tersebut, tentunya tidak ada satu hal kecil pun yang tidak diatur dalam kitab suci ini, termasuk pula dalam ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, sejatinya segala macam ilmu pengetahuan memiliki keterkaitan erat serta telah dibahas dalam Al-Qur’an. Bagaimana tidak? Karena dari Al-Qur’an lah semua bentuk ilmu pengetahuan bersumber.

Sebagai salah satu bidang disiplin ilmu pengetahuan, ilmu psikologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang sejatinya hadir di tengah-tengah kita atas pengembangan pemikiran yang fokus kajiannya adalah manusia yang bersumber dari Al-Qur’an. Hmmm, Lantas tahukah Sahabat Japans mengenai disiplin ilmu psikologi dalam perspektif atau pandangan Al-Qur’an?.  Al-Qur’an merupakan sebagai sumber dari segala ilmu yang mengandung pembahasan dari segala aspek kehidupan termasuk mengenai kepribadian manusia. Jika kita mencermati, Al-Qur’an sering kali menyebutkan mengenai persoalan psikologis ataupun kepribadian dengan istilah “nafs” yang dapat diterjemahkan dengan istilah “jiwa”.

Dalam pandangan Al-Qur’an, elemen dasar dari psikis manusia adalah “nafs” atau jiwa yang juga merupakan pokok bahasan utama dalam ilmu psikologis. Menutit kedudukannya nafs merupakan komponen diri yang menampung dimensi jiwa lainnya, disisi lain nafs menempati dimensi diantara jiwa dan “jism” atau jasmani.  Dalam Al-Qur’an sendiri istilah “Nafs” telah diulang sebanyak 297 kali, dalam bentuk mofrad sebanyak 140 kali, dalam bentuk jamak yaitu nufus sebanyak 2 kali, anusfus sebanyak 53 serta dalam bentuk fi’il ada 2 kali. Dalam Al-Qur’an “nafs” yang diartikan dengan ruh, memiliki 4 pengertian. Pengertian pertama, yaitu al-nafs yang berhubungan dengan nafsu (QS. 50:21), kedua, al-nafs yang berhubungan dengan nafas kehidupan (QS. 24: 61), alnafs berhubungan dengan jiwa (QS. 12: 53) serta al-nafs yang berhubungan dengan diri manusia (QS. 2: 284).

Sahabat Japans, dari semua istilah nafs yang terkandung dalam A-Qur’an, dapat kita ketahui bahwa sebagian besar merujuk pada arti nafs dalam sisi manusia ataupun psikologi. Hal tersebut membuktikan bahwa pada dasarnya Al-Qur’an telah berperan aktif dalam memberikan pandangan-pandangan (perspektif) mengenai ilmu psikologi, selain sebagai “Asy-Syifa” ataupun penawar bagi segala penyakit. Karena itulah, sebenarnya Al-Qur’an telah memberikan pembahasan-pembahasan, pandangan maupun solusi mengatasi permasalahan kepribadian manusia sebelum ilmu ini hadir dalam dunia keilmuwan pada tahun 1879.

Sahabat Japans, dalam kenyatannya dapat kita lihat bahwa kajian ilmu psikologi yang dipelajari saat ini pada dasarnya kurang bahkan tidak berfokus pada Al-Qur’an sebagai sumber dan objek kajian. Hal tersebut menunjukan kita pada fakta bahwa ilmu psikologi yang saat ini kita pelajari memiliki berbagai kekurangan. Hal tersebut tentunya sudah bukan menjadi hal yang mengherankan lagi, karena tumpuan dari ilmu ini sendiri yang seharusnya dari Al-Qur’anul Karim adalah ilmu-ilmu dan pemikiran yang bersumber dari barat. Psikologi Barat tidak mengkaji mengenai jiwa namun lebih memperhatikan mengenai kajian tingkah laku semata-mata, kajian tersebut juga tidak membahas mengenai asal dan bagaimana terbentuknya jiwa ataupun keperibadian. Teori psikologi modern ciptaan sarjana-sarjana barat ini lebih menitik beratkan pada kajian sosial dan budaya manusia tanpa memberi perhatian pengaruh spiritual manusia.

Melihat kelemahan yang terdapat dalam kajian ilmu psikologi, tentunya diperlukan adanya pengembangan atas psikologi dalam pandangan Al-Qur’an. Penggunaan pandangan ini didasarkan pada pertimbaangan bahwa Al-Qur’an merupakan percikan dari kebesaran Allah Azza Wa Jalla, yang sebenarnya merupakan sumber dari ilmu ini pula.

Hassan Langgulung dalam tulisannya, “Perspektif Baru dalam Perkembangan Psikologi Moden”, menyatakan bahawa pskiologi Islam merujuk kepada empat istilah yaitu ‘aql’ yaitu (akal), ‘nafs’ atau (jiwa), ‘roh’ ataupun (ruh) dan ‘qalb’atau (qolbu), sedangkan di barat, kajian terhadap tingkah laku lebih diutamakan. Inilah perbedaan antara psikologi barat dan psikologi Islam, kajian terhadap jiwa diutamakan sedangkan di barat, kajian terhadap tingkah laku lebih diutamakan.

Idealnya pembahasan mengenai diri manusia (psikologi) yang paling pasti adalah melalui Al-Qur’an, hal ini sejalan dengan penegasan yang tertuang dalam QS Al-Fusilat: 53:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

 

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru & pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahawa Al-Quran itu adalah benar”. Dan QS: Al-Dzariyat: 56 “Dan di bumi ini terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang- orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri”

 Hujah ini semakin menguatkan keperluan untuk menyelaraskan kembali ilmu psikologi modern dengan kandungan Al-Qur’an. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pandangan maupun pembahasan yang sebenar-benarnya untuk kepentingan perkembangan ilmu pengetahuan melalui sebaik-baiknya sumber ilmu, yaitu Al-Qur’anul Karim yang langsung bersumber dari Dzat yang maha diatas segala-galanya.

 

Daftar Pustaka

Arifin Zainal. 2016. Dalam Jurnal Hikmah, Vol. XII No 2 “Psikologi dan Kepribadian Manusia dalam Perspektif Al-Quran”; STIT Sunan Giri, Trenggalek.

Suparlan. 2014“Psikologi dan Kepribadian Al-Quran”; Pustaka Pelajar: Yogyakarta

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here