Amunisi untuk Meraih Keutamaan Bulan Ramadan

0
174

 “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah.“

(QS. Al Baqarah : 185)

Assalamu’alaikum Sahabat Japans,

Sudah siap menyambut bulan Ramadan belum nih? Tidak terasa sebentar lagi insyaAllah kita akan bertemu dengan bulan Ramadan, bulan Maghfiroh[1] dan penuh keberkahan. Tahukah kamu, bulan Ramadan berasal dari bahasa Arab turmadhu (تُرمَضُ)  fiihidz Dzunuub yang artinya bulan dimana dosa – dosa manusia dibakar dan الرَّمْضَاءُ شِدَّةُ الْحُرِّ (ar-ramdhaa’ yaitu panas membara). Pada bulan ini Allah SWT membuka lebar pintu ampunan dari hamba-Nya dengan salah satu syaratnya melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Hal ini dijelaskan pada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

 مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena keimanan dan mengharapkan pahala (dari Allah Subhanahu wa Ta’ala), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Sahabat Japans pasti merasakan jika suasana bulan suci Ramadan terasa beda daripada bulan sebelumnya dimana suasananya sejuk dan menenangkan. Situasi tersebut sangat mendukung untuk meningkatkan keimanan kita dan meningkatkan intensitas kita dalam “bertemu” dengan Sang Pengasih dan Penyayang.

Puasa merupakan perisai bagi umat manusia untuk menahan hawa dan nafsu. Seringkali kita terkalahkan oleh nafsu yang biasanya menjerumskan kita ke dalam sesuatu yang berbau maksiat. Oleh karena itu dengan berpuasa diri kita dilatih untuk dapat mengontrol diri dan mampu memilah mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan. Selain itu waktu yang kita lalui juga tidak terbuang sia-sia karena pada bulan Ramadan setiap manusia pasti akan berlomba-lomba melakukan kebaikan dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.seperti rutin membaca Al Qur’an (tadarrus), berinfaq, zakat, dan lain sebagainya. Hal itu merupakan salah satu keutamaan bulan Ramadan yaitu bulan pelipatgandaan pahala.

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap amal yang dilakukan anak Adam akan dilipatgandakan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Lalu Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang memberi ganjarannya. Orang yang berpuasa meninggalkan syahwat dan makannya demi Aku semata.” (HR. Imam Muslim)

Sahabat Japans, Rasulullah SAW telah mengingatkan kita untuk selalu berhati – hati dalam menjaga lisan dan perbuatan terutama ketika sedang berpuasa agar kita tidak tergolong kelompok yang merugi. Tanpa kita sadari seringkali kita tidak mampu menjaga lisan, seperti membicarakan orang lain atau dapat disebut dengan menggibah. Apalagi ketika menggibah kita sedang berpuasa, Rasulullah SAW telah bersabda, “Betapa banyak orang yang berpuasa, ia tidak mendapat apa=apa kecuali rasa lapar.” (HR. Ibnu Majah)

Daripada meng-ghibah lebih baik kita gunakan lisan untuk mengucapkan sesuatu yang baik salah satunya adalah dengan membaca Kalamullah. Biasanya, di bulan Ramadan setiap orang memiliki misi untuk mengkhatamkan Al Qur’an dalam waktu sebulan sebanyak satu kali atau bahkan lebih. Pastinya Sahabat Japans tahu kan kalau setiap huruf dari Al Qur’an yang kita baca mendatangkan 10 kebaikan. Subhanallah… Alangkah baiknya lagi disamping kita membaca Al Qur’an, juga belajar memahami artinya agar menambah wawasan religius kita dan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Sahabat Japans pasti pernah mendengar bahwa tidurnya orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala. Memang benar ada sebuah hadits yang menyatakan demikian. Hadits tersebut berbunyi,

“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan”.

Menurut Syaikh Al Albani dalam Silsilah Adh Sho’rifah no. 4696 hadits tersebut adalah dho’if (lemah). Perkara tidur yang bernilai ibadah itu sama halnya dengan perkara yang biasa kita lakuka, seperti makan dan minum. Semua hal yang kita lakukan akan dinilai ibadah apabila kita niatkan untuk ibadah. Misalnya, kita membutuhkan makan agar nanti kita mudah memahami apa yang disampaikan oleh dosen. Jadi, semuanya tergantung pada niat kita. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “innamal a’maalu bin niyyah” yang artinya sesungguhnya amal itu tergantung pada niat.

Nah Sahabat Japans, itulah sedikit ulasan tentang keutamaan bulan Ramadan. Semoga kita diberikan kesempatan oleh Allah SWT bertemu dengan bulan Ramadan nanti. Aamiiin..

Wassalamu’alaikum..

 

Referensi :

https://almanhaj.or.id/3307-ramadhan-bulan-penuh-berkah.html

https://muslim.or.id/8669-keutamaan-membaca-al-quran.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here