SEKILAS INFO
  • 4 bulan yang lalu - KETENTUAN PESERTA NASYID DAN MTQ (MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN) FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM RAMADHAN DI KAMPUS 1439 H UNIVERSITAS GADJAH MADA (cek dibagian pengumuman)
  • 4 bulan yang lalu - PENGUMUMAN LOLOS ABSTRAK LOMBA KARYA TULIS AL-QURAN FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM (cek dibagian pengumuman)
  • 6 bulan yang lalu - Pengumuman panitia Ramadhan di Kampus UGM 1439H sudah tersedia, silahkan cek di laman pengumuman kami atau buka ugm.id/panitiardk39
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Rabu, 15 08 2018 Agustus 2018 >

IMSYAK 04:01
SUBUH 04:15
DZUHUR 11:46
ASHAR 15:06
MAGHRIB 17:56
ISYA 18:55
Diterbitkan :
Kategori :

Kajian Buka Bersama #3

Sabtu, 19 Mei 2018

Pukul 15.45 – 17.30 WIB

Dr. Henri Shalahuddin

“Wacana Kesetaraan Gender dalam Pandangan Islam”

Notulis oleh Hanifah Makarim

MATERI

Relasi gender dan agama :

  • Gender memandang hubungan laki-laki dan perempuan sebagai hubungan hierarki kekuasaan dan dibangn berdasarkan persaingan, antagonis, dan kebencian
  • Di bidang agama, sudut pandang feminisme ditumpukan pada peran wanita di setiap agama dalam perspektif gender.
  • Feminisme dan agama cendeung saling bertentangan, dan membangkitkan emosi yang berdampak langsung kepada kehidupan seseorang.

Potret negatif kampanye kesetaraan gender yaitu dengan diadakannya aksi konfoi pada 3 Mei. Mereka ingin menyuarakan bahwa wanita harus dihormati dalam berbagai aspek. Ada pandangan mengenai PKS (Penghapusan Kekerasan Seksual). Pada aksi tersebut, para wanita membawa poster yang berisi tuntutan bahwa mereka ingin mendapatkan kesetaraan terhadap laki-laki dan menuntut kebebasan dalam kehidupannya dalam berbagai aspek terutama dalam mengatur dan mengelola tubuh mereka tanpa intervensi negara dan agama. Mereka sebenarnya menyuarakan isu yang diulang-ulang dalam konteks feminisme di indonesia.

Teori feminisme merupakan sebuah politik tubuh untuk menundukkan negara. Tumbuh sebuah pandangan “agama dalam perspektif perempuan”. Hal tersebut untuk memahami hal hal yang berbeda antara kaum laki-laki dan perempuan.

Menurut sebuah penelitian, pemerkosaan terjadi kepada wanita yang berhijab. Namun hal itu sebuah kebohongan. Faktanya : Negara yang terbanyak tingkat pemerkosaannya merupakan negara yang mayoritas penduduknya non muslim seperti USA dan Selandia Baru (negara non muslim).

Akar kebebasan mengelola tubuh

Dora Russell : menjadikan tubuh perempuan sebagai alat politik untuk meraih tuntutan hak-hak perempuan. Ide pembebasan tubuh perempuan dalam menikmati kesenangan seksual adalah tema yang ditekankan berulang-ulang untuk kemajuan perempuan ke arah kesetaraan dan kebebasan. Maka tugas penting feminisme modern menurut Russel adalah untuk menerima dan mempropagandakan seks. Dari sinilah muncul ide mempolitisasi tubuh perempuan untuk menguasai dunia.(The Body dan Socialism : Dora Russell in the 1920s)

Wacana adanya RUU P-KS pada kenyataannya menjerumuskan wanita Indonesia dengan topeng melindungi. Dengan dasar pemikiran “the transfeminist manifesto (feminis gelombang III)”

  1. Hak untuk mendefinisikan kembali identitasnya sendiri dan mendesak masyarakat untuk menghormatinya,
  2. Hak untuk membuat keputusan terhadap tubuhnya sendiri.

Dampak jika RUU PKS disahkan :

  • Legalisasi prostitusi jika didasari oleh kerelaan tanpa paksaan.
  • Legalisasi aktivitas seks menyimpang (homo,lesbi, dll) jika didasari keikhlasan.
  • Istri berhak mempolisikan suaminya dengan tuduhan pemerkosaan, jika hubungan itu tidak atas kemauan istri (maple vape). Jika kemauan suami maka disebut pelanggaran. Jika kemauan istri bukan pelanggaran, meskipun itu bersama laki-laki yang bukan suaminya.

Sejarah feminisme (Feminisme : dari ketertindasan, kemarahan dan cita cita)

  • Zaman dahulu diciptakan alat untuk menyiksa perempuan (prancis).
  • Korban : wanita janda dan wanita tua yang memiliki kekuasaan tanah untuk diperas hartanya.

Di amerika (1920) wanita baru dapat menyuarakan suaranya dalam pemilu. Sebelumnya mereka dibungkam. Inggris (1860) wanita baru diakui hak kepemilikannya dalam berdagang. Sebelumnya harus mengatasnamakan suami, ayah, pengacara, dll.

Feminisme berawal dari kenyataan perempuan tentang kekuatannya. Dimana awalnya ia bukanlah teori tapi tindak personal itu sendiri. Gender dipandang sebagai cara utama untuk menunjukkan hubungan kekuasaan.

Gender dari jenis kelamin bilogis ke sosial

  1. Untuk membangun opini bahwa karakteristik laki-laki dan perempuan tidak ditentukan secara biologis.
  2. Untuk tidak melihat perempuan sebagai kebalikan dari laki-laki yang hanya cocok untuk melahirkan anak, mengasuh, dan merawat.

Konsep Gender

Seks :

Perbedaan biologis laki-laki dan perempuan berikut fungsi produksinya. Ciptaan tuhan. Bersifat kodrat. Tidak dapat diubah fungsinya. Tidak dapat dipertukarkan. Berlaku sepanjang zaman dan dimana saja. Perempuan : menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui. Laki-lali : membuahi (spermatozoa).

Gender :

Perbedaan sifat, peran, posisi dan tanggungjawab laki-laki dan perempuan hasil kontruksi sosial. Buatan manusia. Bersifat sosial. Dapat berubah. Dapat dilakukan laki-laki dan perempuan sesuai dengan kebutuhan, kesempatan & komitmen. Tergantung waktu dan kepatutan budaya setempat.

Feminis membedakan seks, tapi gerakannya berbasis seks

  • Sejauhmana budaya memengaruhi peran gender, ataukah ada keterkaitannya dengan kodrat? Misalnya kebiasaan berdandan, apakah secara umum kebebasan yang cenderung identik dengan perempuan ini merupakan produk budaya, ciptaan masyarakat patriarkhi, atau sifat yang inheren dalam diri perempuan di semua bangsa?
  • Kenapa agenda feminis lebih difokuskan pada seks dibanding gender? misalnya : affirmative actions, double burden, pemberdayaan perempuan, dll. Apa benar kebodohan, kemiskinan dan minim prestasi itu berjenis kelamin?

Fenimis aktivis gender? atau seks?. Gender : dalam pandangan sosial. Seks: dalam pandangan biologis. Ar rijal : siapa yang lebih banyak (moving) maka dia sebagai laki-laki. Sedangkan yang banyak di rumah makan ia disebut perempuan.

Allah menyebutkan 4 sebutan untuk homoseksual :

  • kaum yang melampaui batas akhir (kaum nabi luth). Setan juga berkembang biak, namun tidak melakukan hubungan sesama jenis.
  • Boros
  • bodoh (jahilun)
  • kriminal (jarimah)

Ideologi feminis masuk dalam studi islam : mengenai penggunaan bahasa arab dalam menyatakan gagasan Allah SWT, Fiqih dianggap sumber kezaliman atas perempuan, bias gender dalam bahasa arab, anggapan bahwa penggunaan bahasa arab menjadikan universalitas Al Quran diragukan.

Prinsip keserasian gender dalam islam :

  • kedudukan manusia dalam islam tidak didasrkan pada jenis kelaminnya, tetapi tergantung taqwanya.
  • Islam tidak menjadikan jenis kelamin sebagai basis ajarannya.
  • Turuq Istinbathil ahkamtidak dilandaskan pada jenis kelamin maupun gender.
  • Manusia dihisab berdasarkan amalannya, bukan jenis kelaminnya.
  • Perbedaan peran gender dalam islam tidak menentukan derajat ketinggian surga.
  • Kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan ilmu dan adab, serta segala bentuk kemungkaran sosial lainnya menjadi tanggung jawab bersama, laki-laki dan perempuan.
  • Kewajiban memerangi ketimpangan sosial dan meningkatkan SDM dalam islam tidak difokuskan pada jenis kelamin tertentu.

Kesetaraan sempurna laki-laki dan perempuan dalam islam

  • Sebagai manusia, perempuan punya kesetaraan yang sempurna dengan laki-laki.
  • Sama sama beristiqomah / menyimpang dan sesat.
  • Laki laki yang menuduh muhsanat dicambuk 80x dan tidak diterima kesaksiannya selamanya.
  • Setara dalam taklif dan independen dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya.
  • Sama sama berhak mendapatkan pendidikan.
  • Setara dalam kewajiban menuntut ilmu, baik yang berupa fardhu ‘ain maupun fardhu kifayah.
  • Sama sama diwajibkan terlibat aktif dalam dakwah.
  • Setara dalam melakukan transaksi secara mandiri.

Status perbedaan laki-laki dan perempuan

  • Perbedaan diantara keduanya saling melengkapi bukan mengurangi.
  • Perbedaan antara dua jenis kelamin, bukan antara dua individu laki-laki dan perempuan.
  • Perbedaan yang ada justru menjadi sumber kedamaian bagi suami istri dan menjadikan saling melengkapi dan kunci dalam menggapai kecintaan dan kasih sayang.
  • Perbedaan fisik menentukan perbedaan tugas dan tanggung jawab.
  • Perbedaan tujuan saling mengenali, memahami, menanamkan relasi berbasis kasih sayang dan menyempurnakan.
  • Psikologi perempuan yang lebih lembut memungkinkan lebih sempurna dalam mendidik dan membesarkan anak anaknya.
  • Perbedaan mendorong tanggung jawab pengabdian dalam kehidupan rumah tangga.
  • Perbedaan itu kesempurnaan dan mendorong masing masing untuk saling merindukan.

Kesetaraan gender dalam islam diatur dalam Q.S. An-Nisa ayat 32 dan 124.

PERTANYAAN

Kapan dan alasan apa feminisme di indonesia itu muncul ?

Jawab :

Saya sendiri tidak terlalu tahu. Karena hal tersebut merupakan hal baru di indonesia. Bangsa yang kalah seperti Indonesia pada zaman dulu, biasanya mengikuti bangsa yang sudah maju. Karena dianggap dengan begitu dapat maju seperti negara yang dicontohnya. Hal tersebut dapat dijadikan salah satu faktor feminisme di Indonesia. Emansipasi wanita, itu pun bahasa serapan yang tidak murni dari indonesia. Artinya, feminisme di Indonesia merupakan pengaruh dari negara lain.

Dalam realitasnya, wanita di indonesia tidak mengalami ketertindasan seperti wanita dibarat. Sehingga sebenarnya tidak benar jika berkiblat ke barat. Dengan adanya internasionalisasi masalah gender, sehingga semua masalah dan solusi feminisme di setiap negara dianggap sama. Universalkan. Perilaku buruk sebenarnya bersifat umum namun diuniversalkan. Dengan lembaga internasioanal WHO (penanggulangan HIV/AIDS) yang ikut mengatur masalah feminisme.

Closing

Sejatinya perempuan sangat berwibawa. Gender merupakan bahasan yang spesifik dan kontekstual.

SebelumnyaMewujudkan Intelektualitas dan Nilai Keislaman dalam Pribadi Pemimpin SesudahnyaPeran Penting Adab dalam Dunia Pendidikan
Peran Penting Adab dalam Dunia Pendidikan
Kajian Buka Bersama #4 Minggu, 20 Mei 2018 15.50 WIB sampai dengan 17.15 WIB Dr. Adian Husaini “Peran Penting Adab dalam Dunia Pendidikan” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari “Kita harus...
Wacana Kesetaraan Gender dalam Pandangan Islam
Kajian Buka Bersama #3 Sabtu, 19 Mei 2018 Pukul 15.45 – 17.30 WIB Dr. Henri Shalahuddin “Wacana Kesetaraan Gender dalam Pandangan Islam” Notulis oleh Hanifah Makarim MATERI Relasi gender dan...
Mewujudkan Intelektualitas dan Nilai Keislaman dalam Pribadi Pemimpin
“Mewujudkan Intelektualitas dan Nilai Keislaman dalam Pribadi Pemimpin” Prof. Dr. H. M. Amien Rais, M.A. Notulensi oleh Cindy Nurmala KABUMA #2 Jum’at, 18 Mei 2018 Pukul 15.30 – 17.30 WIB...
UGM dan Peranannya dalam mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan
UGM dan Peranannya dalam mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan Kajian Buka Bersama #1 Kamis, 17 Mei 2018 16.15 WIB sampai dengan 17.15 WIB Prof.Ir.Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng “Peran Universitas Gadjah Mada dalam...
Kajian Ilmiah Pengobatan di Zaman Rasulullah
“Bahkan penyakit AIDS pun sesungguhnya ada obatnya.” – Prof. Dr. Abdul Rohman M.Si., Apt. Pernyataan itu tentunya mengguncang peserta yang hadir dalam Samudra RDK 1438 H. Penyakit sendiri terdiri dari...
Kebangkitan Pemuda, Kebangkitan Indonesia
Masjid Kampus UGM – Dialog Tokoh yang berlangsung pada (14/06/2017) diisi oleh Anis Rasyid Baswedan Ph.D  selaku Gubernur DKI Jakarta terpilih 2017-2022. Beliau membahas tentang peran pemuda sebagai ujung tombak...
WhatsApp chat