SEKILAS INFO
  • 6 bulan yang lalu - KETENTUAN PESERTA NASYID DAN MTQ (MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN) FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM RAMADHAN DI KAMPUS 1439 H UNIVERSITAS GADJAH MADA (cek dibagian pengumuman)
  • 6 bulan yang lalu - PENGUMUMAN LOLOS ABSTRAK LOMBA KARYA TULIS AL-QURAN FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM (cek dibagian pengumuman)
  • 8 bulan yang lalu - Pengumuman panitia Ramadhan di Kampus UGM 1439H sudah tersedia, silahkan cek di laman pengumuman kami atau buka ugm.id/panitiardk39
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Senin, 15 10 2018 Oktober 2018 >

IMSYAK 04:01
SUBUH 04:15
DZUHUR 11:46
ASHAR 15:06
MAGHRIB 17:56
ISYA 18:55
Diterbitkan :
Kategori :

UGM dan Peranannya dalam mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan

Kajian Buka Bersama #1

Kamis, 17 Mei 2018

16.15 WIB sampai dengan 17.15 WIB

Prof.Ir.Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng

“Peran Universitas Gadjah Mada dalam Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan”

Notulis oleh Latifa Sakti Bintari

MATERI

Ketika keilmuan dihubungkan dengan kepemimpinan akan memiliki arti memimpin dalam bidang keilmuan. Negara Indonesia sebagai negara berkembang harus mengupayakan generasi mudanya untuk menjadi pemimpin dibidang keilmuan demi kemajuan bangsa. Adapun prinsip ketika kita bicara tentang keilmuan, yang harus memimpin ialah seseorang terbaik diantara yang dipimpin. Sehingga untuk menjadi pemimpin, kita harus menjadi terbaik diantara semuanya yang ada di sekeliling kita. Maka dari itu ketika berbicara tentang pemimpin dalam keilmuan dan ingin menjadi seorang pemimpin maka sebaiknya kita harus memiliki ilmu yang lebih daripada orang-orang sekitar kita. Tujuannya agar mereka akan datang kepada kita untuk belajar dan mengkaji dalam bidang keilmuan. Kesimpulan untuk menjadi seorang pemimpin adalah kita harus lebih baik dan lebih maju daripada orang-orang disekitar kita.

Penerapannya dalam dunia perkuliahan terdapat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tridarma perguruan tinggi terdiri atas penelitian, pendidikan, dan bakti ke masyarakat. UGM memiliki peran tersendiri dalam terjun ke masyarakat. Contohnya untuk pendidikan, UGM mengupayakan mahasiswanya  sebagai lulusan yang memiliki karakter khas, mampu menjadi terbaik dalam suatu bidang ilmu, dan mampu menjadi contoh yang baik bagi orang lain. Harapannya mereka akan memimpin dibidang mereka masing-masing suatu saat nanti. Penelitian dilakukan untuk meneliti kekayaan yang ada di Indonesia. Indonesia memiliki keanekaragaman yang tinggi berkat pemberian Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Oleh sebab itu, kita sebagai khilafah di muka bumi harus mengupayakan untuk menggali potensi yang dimiliki oleh Indonesia agar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh penduduk di Indonesia, salah satunya dengan melakukan penelitian. Allah sudah menyediakan ilmu yang begitu melimpah di muka bumi, hanya tinggal bagaimana cara kita untuk mengetahui ilmu tersebut dan memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari.

Indonesia jauh lebih memiliki kekayaan yang melimpah jika dibandingkan negara lain. Namun mengapa Indonesia menjadi negara tertinggal dibanding negara-negara lain, contohnya Jepang, Korea? Salah satunya karena pengolahan sumber daya alam yang ada. Seharusnya sumber daya alam Indonesia tidak harus di jual ke luar negeri secara mentah-mentah. Kita bisa mengolah kembali hasil alam yang ada sehingga kualitasnya lebih baik dan tentunya dengan nilai jual yang lebih baik. Cara pengolahannya bisa dengan melakukan penelitian dengan tujuan untuk memanfaatkan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat Indonesia. Pengabdian masyarakat  bisa dilihat dalam bentuk KKN yang dilakukan oleh Mahasiswa UGM. KKN dilakukan terjun langsung ke lapangan dan masyarakat. Mahasiswa akan mengaplikasikan apa yang mereka pelajari dibangku kuliah untuk pengembangan suatu daerah. Tidak hanya itu, mahasiswa juga dapat belajar tentang kearifan lokal yang ada dalam suatu kehidupan masyarakat.Tentunya setiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda-beda.

Output dari pengabdian masyarakat, pendidikan, dan penelitian salah satunya dapat dilihat dari paper-paper yang dihasilkan oleh mahasiswa dan dosen atau staf di UGM. Dari output yang ada, dapat diperkirakan seberapa banyak hak paten yang dimiliki UGM, seberapa banyak penelitian-penelitian yang dijadikan oleh perusahaan industri untuk bahan produksinya, seberapa besar kebermanfaatan warga UGM terhadap masyarakat. Adapun peran UGM terhadap kepemimpinan keilmuan dapat dilihat dari ranking yang UGM berhasil raih. Di kancah nasional, UGM menjadi universitas terbaik di Indonesia. Di dunia, UGM juga memiliki andil dalam kepemimpian keilmuan. UGM menjadi salah satu dari 3 universitas di Indonesia yang masuk ke dalam ranking 500 besar terbaik di dunia. Meskipun pada akhirnya UGM belum bisa bersaing dengan ITB dan UI yang memiliki ranking lebih baik di kancah Internasional. Perbedaan ranking terjadi karena adanya faktor penilaian yang berbeda dari sistem yang ada di Indonesia. Tentunya penilaian di kancah internasional memiliki sifat yang lebih detil. Contohnya antara lain faktor umur universitas, jumlah alumni yang menjadi ilmuan, dan penemu yang menjadi hak paten dengan syarat harus diakui dikancah dunia.

Terlepas dari semua itu, masalah ranking tidak begitu penting bagi UGM. Utamanya, penting ketika UGM mampu berperan serta dalam menyelesaikan masalah atau persoalan yang ada di Indonesia. Tanpa kita sadari, mengatasi persoalan yang ada di Indonesia secara tidak langsung sama saja kita juga mampu menyelesaikan masalah di dunia. Contohnya kebakaran hutan di Kalimantan yang merambat ke Singapura. Sebenarnya itu masalah nasional jadi rakyat Indonesia harus menyelesaikan masalah di Kalimantan, tetapi mampu masuk persoalan internasional ketika asap tersebut sampai menuju Singapura dan Malaysia. Cara penyelesaian masalah tersebut dengan melakukan penelitian untuk menyelesaikan masalah di nasional dan internasional. Kemudian dapat dikemas sedemikian rupa ke dalam paper atau hak paten yang mana hal tersebut dapat meningkatkan ranking UGM di dunia. Jadi UGM tidak semata-mata mengejar ranking namun UGM bergerak dalam bidang kemaslahatan. Selain itu juga mengupayakan untuk mengatasi masalah pernikahan dini yang sedang marak terjadi di Indonesia. Dengan melakukan pernikahan dini juga akan menghambat perkembangan bangsa karena pernikahan dini dapat menghalangi seseorang untuk bergerak dalam bidang pendidikan, dalam mencari ilmu. Orang yang sudah menikah pasti akan lebih fokus ke keluarga kecilnya daripada berfikir untuk mencari ilmu.

Peran UGM lainnya dalam bidang keilmuan yaitu dengan bertidak sebagai fasilisator. UGM memiliki beberapa pabrik cokelat, rumah potong ayam, bidang kesehatan, dan lain-lain. UGM sedang melakukan ujicoba setelah penelitian yang telah dilangsungkan sejak lama. Harapannya UGM dapat menghasilkan produk-produk yang lebih berkualitas dengan harganya lebih murah sehingga Indonesia tidak perlu melakukan impor dari negara lain. Selain itu, dengan adanya KKN yang dilakukan oleh mahasiswa UGM dapat membantu kemajuan suatu daerah. Satu daerah akan berkembang kemudian disusul oleh daerah lain yang kemudian nantinya perlahan-lahan akan membantu kemajuan suatu bangsa. Hal ini karena mahasiswa KKN UGM lebih banyak didengarkan oleh masyarakat. Mahasiswa KKN UGM melakukan pendekatan-pendekatan yang konkrit dan bertahap. Semoga dengan adanya KKN dapat memberi manfaat kepada daerah sekitarnya yang menjadi tujuan KKN tersebut.

TANYA JAWAB

  1. Bagaimana sistem UGM mengadopsi atau merekrut mahasiswanya? Apakah UGM hanya menerima lulusan SMA yang pintar-pintar untuk menjadi mahasiswa UGM? Lantas bagaimana dengan siswa-siswa dari daerah kurang beruntung dibidang pendidikan yang ingin masuk ke UGM? (Abdul Aziz)

Jawab:

Sebelum masuk untuk menjawab pertanyaan yang ada, perlu kita ketahui bahwasannya persoalan pendidikan Indonesia memang ada dibagian kualitas. Saat ini, pemerintah terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan mengupayakan siswa lulusan dari SMA yang melanjutkan ke universitas terus bertambah jumlahnya. Pada perkembangan terakhir, Indonesia baru menjacai 31% siswa lulusan dari SMA yang melanjutkan ke universitas dari semua siswa yang lulus di Indonesia setiap tahunnya. Hal ini terlihat jauh jika dibandingkan dengan negara lain. Ada sebuah semboyan yang mengemukakan pentingnya pendidikan. Diantaranya,  “jika ingin mengalahkan suatu bangsa bukan melalui merampas harta dan senjatanya namun rampaslah sistem pendidikannya” atau “Jika ingin memajukan suatu bangsa maka harus memajukan bidang pendidikannya”. Pendidikan merupakan suatu bidang yang harus dimajukan setiap waktu. Persoalannya ada ketika UGM ingin memajukan kualitas generasi muda di Indonesia maka harus menampung lulusan SMA/SMK sederajat yang banyak. Tetapi tentunya tidak semua orang dapat masuk ke UGM mengingat kelas dan lab nya tidak cukup. Disisi lain, juga ada masalah untuk mengakomodasi anak SMA yang dari daerah yang tidak mungkin dipersaingkan dengan siswa lain jika melalui tes. Oleh UGM memiliki jalur khusus agar setiap sudut Indonesia bisa kuliah di UGM, termasuk daerah-daerah tertinggal dibidang pendidikan. Persoalannya ada lagi yaitu bagaimana meningkatkan pengetahuan dasar dari setiap mahasiswa baru yang hidup di daerah tertinggal agar tidak keteteran dengan mahasiswa lain yang sudah cukup ilmunya setelah adanya penyusuran setiap daerah di Indonesia tersebut. UGM menyediakan kelas matrikulasi dan mengadakan tutor untuk menyiasati adanya masalah tersebut. Itupun kita masih prihatin terhadap mahasiswa yang direkrut dengan jalur khusus tersebut karena ipknya masih kurang seiring bergulirnya waktu dinamika perkuliahan dilakukan. Harapannya mahasiswa tersebut tidak tertinggal paling tidak di semester 3 sehingga meskipun sejak awal mereka diterima di UGM dengan perlakuan yang berbeda, akan tetap menghasilkan alumnus yang berkualitas seperti alumnus lain yang masuk dengan jalur tes.

Ruang Utama Masjid Kampus UGM, 17 Mei 2018

Staf Divisi Kabuma RDK UGM 1439 H

Latifa Sakti Bintari

SebelumnyaKajian Ilmiah Pengobatan di Zaman Rasulullah SesudahnyaMewujudkan Intelektualitas dan Nilai Keislaman dalam Pribadi Pemimpin
Peran Penting Adab dalam Dunia Pendidikan
Kajian Buka Bersama #4 Minggu, 20 Mei 2018 15.50 WIB sampai dengan 17.15 WIB Dr. Adian Husaini “Peran Penting Adab dalam Dunia Pendidikan” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari “Kita harus...
Wacana Kesetaraan Gender dalam Pandangan Islam
Kajian Buka Bersama #3 Sabtu, 19 Mei 2018 Pukul 15.45 – 17.30 WIB Dr. Henri Shalahuddin “Wacana Kesetaraan Gender dalam Pandangan Islam” Notulis oleh Hanifah Makarim MATERI Relasi gender dan...
Mewujudkan Intelektualitas dan Nilai Keislaman dalam Pribadi Pemimpin
“Mewujudkan Intelektualitas dan Nilai Keislaman dalam Pribadi Pemimpin” Prof. Dr. H. M. Amien Rais, M.A. Notulensi oleh Cindy Nurmala KABUMA #2 Jum’at, 18 Mei 2018 Pukul 15.30 – 17.30 WIB...
UGM dan Peranannya dalam mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan
UGM dan Peranannya dalam mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan Kajian Buka Bersama #1 Kamis, 17 Mei 2018 16.15 WIB sampai dengan 17.15 WIB Prof.Ir.Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng “Peran Universitas Gadjah Mada dalam...
Kajian Ilmiah Pengobatan di Zaman Rasulullah
“Bahkan penyakit AIDS pun sesungguhnya ada obatnya.” – Prof. Dr. Abdul Rohman M.Si., Apt. Pernyataan itu tentunya mengguncang peserta yang hadir dalam Samudra RDK 1438 H. Penyakit sendiri terdiri dari...
Kebangkitan Pemuda, Kebangkitan Indonesia
Masjid Kampus UGM – Dialog Tokoh yang berlangsung pada (14/06/2017) diisi oleh Anis Rasyid Baswedan Ph.D  selaku Gubernur DKI Jakarta terpilih 2017-2022. Beliau membahas tentang peran pemuda sebagai ujung tombak...
WhatsApp chat