SEKILAS INFO
  • 2 bulan yang lalu - KETENTUAN PESERTA NASYID DAN MTQ (MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN) FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM RAMADHAN DI KAMPUS 1439 H UNIVERSITAS GADJAH MADA (cek dibagian pengumuman)
  • 2 bulan yang lalu - PENGUMUMAN LOLOS ABSTRAK LOMBA KARYA TULIS AL-QURAN FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM (cek dibagian pengumuman)
  • 4 bulan yang lalu - Pengumuman panitia Ramadhan di Kampus UGM 1439H sudah tersedia, silahkan cek di laman pengumuman kami atau buka ugm.id/panitiardk39
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Sabtu, 23 06 2018 Juni 2018 >

IMSYAK 04:01
SUBUH 04:15
DZUHUR 11:45
ASHAR 15:06
MAGHRIB 17:57
ISYA 18:55
Diterbitkan :
Kategori :

“Mewujudkan Intelektualitas dan Nilai Keislaman dalam Pribadi Pemimpin”

Prof. Dr. H. M. Amien Rais, M.A.

Notulensi oleh Cindy Nurmala

KABUMA #2

Jum’at, 18 Mei 2018

Pukul 15.30 – 17.30 WIB

MATERI

Al-qur’an dan sunnah merupakan pedoman bagi umat islam. Di dalam al-qu’an dan sunnah telah disampaikan aturan-aturan yang berlaku untuk umat islam. Salah satu yang diatur dalam Al-Qur’an dan sunnah adalah bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik bagi rakyatnya. Umat islam juga telah memiliki suri tauladan sendiri untuk sosok pemimpin yang ideal. Beliau tak lain adalah Nabi Muhammad SAW. Bukan filsuf, negarawan, atau pemimpin negara tertentu. Nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik berdasarkan sejarah panjang agama Islam.

Ada lima untaian yang menjadi pokok umat islam dalam menjalankan hidupya sebagai berikut.

  • “Allah adalah tujuan akhir kami.” Hal ini menjadi pedoman bagi umat islam untuk terus menjadikan Allah SWT sebagai tujuan akhir dari kehidupan dunia.
  • “Rasulullah adalah pemimpin besar kami.” Nabi Muhammad SAW adalah yang membawa titik terang dari zaman jahiliyyah ke zaman yang penuh cahaya sehingga beliau menjadi panutan untuk menjadi seorang pemimpin, baik untuk masa sekarang atau masa depan.
  • “Al-Qur’an adalah konstitusi hidup kami.” Umat islam wajib menjadikan al-qur’an sebagai konstitusi yang menaungi seluruh kehidupan di dunia.
  • “Jihad adalah jalan kehidupan kami.” Maksud jihad di sini bukan lagi melawan kaum kafir dengan berperang. Jihad yang dimaksud adalah bagaimana umat islam tetap berada di jalan yang benar melawan semua godaan-godaan yang ada di dunia.
  • “Maut adalah setinggi-tingginya puncak aspirasi atau keinginan kami.” Maut merupakan hal yang pasti menghampiri setiap manusia. Sebagai umat islam harus menjadikan maut sebagai puncak dari keinginan.

Apabila kelima untaian tersebut berada pada salah seorang manusia, maka dirinya telah utuh. Hal ini karena manusia tersebut akan berhati-hati dalam hidupnya. Sehingga dia akan menjalani kehidupannya dengan penuh berkah dan hidayah dari Allah SWT.

Hal yang menarik di sini adalah jihad. Semua agama mempunyai artian jihad masing-masing. Namun, apabila agama telah mengeluarkan aspek jihadnya maka akan terlihat seperti bukan agama. Oleh sebab itu perlu diperhatikan dan hati-hati dalam pengambilan makna dari jihad. Dalam al-qur’an telah diatur mengenai jihad ini dalam QS. At-Taubah ayat 11. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa apabila orang beriman berjuang di jalan Allah SWT, baik menang atau kalah menjadi janji Allah. Sesungguuhnya hal itu adalah keberuntungan sebesar-besarnya.

Islam tanpa jihad akan menjadi agama yang mlempem atau rutin (routin religion). Hal ini karena hanya akan terfokus pada rukun islam. Dengan demikian akan menjadi agama yang diam di tempat tidak ada invansi di dalamnya dan kehilangan daya tariknya. Hal tersebut karena hanya akan berputar pada rukun islam tersebut. Tanpa jihad tidak akan ada resiko. Inilah yang perlu dikembangkan dalam masyarakat.

Jihad artinya mengerahkan semua kemampuan, waktu, energi dan lain-lain untuk merekonstruksi ulang negara ini. Rekonstruksi untuk negara yang kekuasaannya memihak pada lawan islam. Pihak yang menjual aset negara kepada pihak lain. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang diajarkan dalam islam.

Al-qur’an telah menyebutkan nabi-nabi yang kuat dalam menegakkan tauhid kepada Allah SWT. Mereka adalah Nabi Nuh as, Nabi Musa as, Nabi Ibrahim as, Nabi Isa as, dan Nabi Muhammad SAW. Kelima nabi tersebut disebut Ulul Azmi. Hal ini karena mereka memperjuangkan tauhid Allah SWT dengan kegigihan yang sangat besar sehingga mendapat julukan tersebut. Yang perlu dilakukan oleh umat islam sekarang ini adalah mendeklarasikan bahwa umat islam percaya dan beriman kepada ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya dan keturunannya hingga nabi yang terkahir Nabi Muhammad SAW, tidak mendiskriminasi dari yang selain islam, dan berserah diri kepada Allah SWT. Di setiap agama memiliki sebutan masing-masing untuk ketauhidan yang dibawa oleh para nabi, namun perlu diketahui bahwa Nabi Ibrahim disebut sebagai nabi yang membawa tauhid yang kemudian etauhidan tersebut dilanjutkan oleh keturunannya. Tetapi kita harus yakin bahwa semua nabi adalah panutan umat manusia.

Jihad fii sabilillah mempunyai banyak aspek. Jihad yang berperang pada zaman sekarang adalah jihad melawan ketidakadilan dalam kehidupan ini. Sebagai contoh adalah ketimpangan sosial merupakan masalah yang wajib kita perangi sehingga perlu adanya pemimpin yang mampu mengatasi hal tersebut.

Pemimpin itu sesuai dengan konteks zamannya. Hal tersebut karena masing-masing pemimpin menghadapi permasalahan yang ada pada zamannya. Para pemimpin Indonesia sebelum kemerdekaan harus menghadapi penjajah-penjajah yang silih berganti datang ke indonesia hingga pada akhirnya kita mendapatkan kemerdekaan.  Oleh sebab itu, pemimpin yang saat ini memimpin Indonesia seharusnya juga mempunyai kemampuan untuk menghadapi masalah yang menerjang negara Indonesia.

Al-qur’an adalah pedoman yang sesuai keadilan yang disesuaikan dengan apa yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW yang perlu diadopsi oleh Indonesia. Hidup di negara yang beragam dan telah merdeka harus berjuang menegakkan islam. Selama ini, ajaran islam masih dikesampingkan dan dikucilkan dalam masyarakat. Hal tersebut perlu mendapat perhatian untuk ditegakkan. Agama perlu berada pada posisi A dan politik atau urusan duniawi berada pada posisi B. Politik dan dunia bersifat temporer sedangkan agama bersifat utama sehingga penting untuk diutamakan. Berikan kepada pemimpin apa yang berada pada bidangnya, dan untuk Allah SWT juga berikan porsi bidangnya.

Yang menjadi poin penting adalah politik harus dipisahkan dengan agama sehingga tidak boleh dibahas dan ditelan mentah-mentah. Itu adalah trik musuh untuk menghancurkan islam. Hal tersebut pula mengapa islam dicekoki oleh dengan sekulerisme. Hal ini karena jika islam ditegakkan maka akan memberikan dampak yang besar pada dunia dan sekulerisme atau paham lainnya akan hancur.

Di Indonesia, supaya tampak modern menjadi orang sekuler. Tahun 70an di UGM dan ITB ada orang bertanya “Anda Islam?”, “Iya, tapi pada batasnya”. Itu adalah gejala menipisnya ajaran Islam oleh pemuda yang gila akan budaya barat. 1979an kehidupan Islam telah memberikan kemajuan. Pada zaman dulu banyak wanita yang belum menutup aurat (mahasiswi) karena minder. Apa syarat menjadi Islam? Petunjuk yang paling benar adalah al-qur’an. Apapun yang diperlukan dalam kehidupan semua telah diatur dalam al-qur’an dan sunnah.

Nabi yang diutus Allah SWT menjadi Raja adalah Nabi Daud as yang diberitahu oleh Allah untuk menjadi kholifah di muka bumi. Syarat menjadi kholifah adalah tegakkan hukum di rakyat mu, jangan sampai hawa nafsumu yang mengambil langkah atau keputusan. Apabila berdasarkan hawa nafsu yang membawamu akan mendapatkan azab yang pedih karena lupa akan hari hisab dan hari kiamat. Sesungguhnya sistem politik seperti apaun tapi selama menegakkan keadilan  dan menghindari kerusakan akan menjadi baik untuk negara tersebut. Intelektual yang mencolok hati kita adalah negeri yang kaya raya tetapi hukumnya, keadilannya, realitanya dll semakin senjang.

Ada dua pancasila yang telah dibuang dari kehidupam kita, yaitu yang menegakkan keadilan sesama warga negara. Gap anatar masyarakat makin melebar. Pada dasarnya ini merupakan kewajiban kita untuk mengakhirinya. Semua sistem politik, apabila mulai ada ketidakadilan akan mengalami kerontokan, inilah yang saya lihat.

Saat in, umat Islam telah meluncur jauh dari zaman ketika reformasi. Hal tersebut karena banyaknya orang yang menjual ayat untuk kepentingannya sendiri. Hal ini menimbulkan celah yang dapat dilihat oleh musuh Islam yang sedikit menegrti kita menggunakannya untuk menjadi batu sandungan umat islam itu sendiri. (Hamzah Haz). Jadi, sekarang ini dunia Islam sampai kapanpun tidak pernah lawannya menyerah atau kapok untuk menghancurkan Islam. Karena pada dasarnya musuh Islam itu memang tidak akan menyerah sampai akhir zaman untuk menggoda manusia masuk ke perangkapnya.

Pada dasarnya Indonesia adalah negara yang mempunyai potensi yang besar untuk menjadi negara yang dapat besar dengan Islam sebagai tiangnya. Indonesia yang berada di sisi timur merupakan negara yang mempunyai teritorial yang besar,

Kepemimpinan di Indonesia, saya melihat bahwa akan menjadi Islam yang konsekuen, jihadis, yang menghidupkan, oleh karena itu kita jangan hanya berbicara. Mari kita buat agenda ganti kepemimpinan pada 2019, setelah itu mari kita untuk merekontruksi negara kita menjadi negara yang sesuai dengan keadilan. Negara kita butuh pemimpin yang paham agamanya, paham negaranya

Tanya Jawab

  • Masalah kepemimpinan, sebenarnya kita sudah prihatin karena kemunafikunan. Karena syarat pemimpin sudah tidak berdasarkan sifat Rasulullah.

Bagaimana memformulasikan bahwa kita memilih pemimpin yang memiliki sifat Rasulullah untuk orientasi dunia dan akhirat

Indonesia negara yang berdaulat, tetapi sekarang sudah hancur oleh kapitalisme, komunisme, sekulerisme. Sekarang di pemerintahan banyak yang muslim, tetapi apabila non muslim memimpin akan mengjilangkan nilai-nilai Islam. Bagaimana untuk memilih

Jawab : Perlu digaris bawahi bahwa tidak semua pemimpin munafikun. Saya rasa masih cukup pemimpin yang ideal yang menjadikan itu sebagai modal kita mmembangun negara kita. Pada saat sekarang kita memang sudah dijajah oleh negara asing. Pada dasarnya semua orang sadar tetapi pura-pura tidak tahu akan hal tersebut. Apabila kita kan membuat maskapai kita harus meminta izin ke negara lain. Kita sekarang mengekspor bahan mentah yang diolah di negara lain yang kemudian dijual kembali ke negara kita. Sehingga perlu adanya perubahan sistem tersebut. Namun, masih ada pemimpin yang lurus yang menjadi modal kita untuk masa depan.

  • Jika saya buka sosmed, saya ngeri melihat saudara kita yag saling menghujat. Mengapa hal yang semacam ini dapat terjadi sera bagaimana cara menyikapinya?

Jawab : Jangan sampai kta umat muslim kita menyebut merendahkan yang lain. Arena itu adalah etika bergaul dengan orang lain.

“Jadi janganlah kamu laki-laki diantara kamu megolok-olok yang lain, karena tidak  tahu apakah yag diolok itu lebih baik dari yang mengolok, begit pula wanita, dan janganlah berkata yang tidak sopan kepada sesama saudaramu. Dan janganlah kamu membuka aib orang lain, karena itu seperti kamu memakan bangkai saudaramu.”

Yang namanya berjuagn itu berjalan jauh, dimana banyak rintangan, teman kita sesama muslim itu kekuatannya berbeda-vbeda, janganlah kamu seketika mengcap orang tersebut. Jadi, janganlah menyudutkan masing-masing mempunyai ijtihaj masing masing. Lihatlah saat reformasi dimana saya dan kawan-kawan saya yang berbeda pemahamnanya mampu membalik keadaan. Jadi jangan sampai kita saling menyudutkan satu sama lainnya.

SebelumnyaUGM dan Peranannya dalam mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan SesudahnyaWacana Kesetaraan Gender dalam Pandangan Islam
Peran Penting Adab dalam Dunia Pendidikan
Kajian Buka Bersama #4 Minggu, 20 Mei 2018 15.50 WIB sampai dengan 17.15 WIB Dr. Adian Husaini “Peran Penting Adab dalam Dunia Pendidikan” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari “Kita harus...
Wacana Kesetaraan Gender dalam Pandangan Islam
Kajian Buka Bersama #3 Sabtu, 19 Mei 2018 Pukul 15.45 – 17.30 WIB Dr. Henri Shalahuddin “Wacana Kesetaraan Gender dalam Pandangan Islam” Notulis oleh Hanifah Makarim MATERI Relasi gender dan...
Mewujudkan Intelektualitas dan Nilai Keislaman dalam Pribadi Pemimpin
“Mewujudkan Intelektualitas dan Nilai Keislaman dalam Pribadi Pemimpin” Prof. Dr. H. M. Amien Rais, M.A. Notulensi oleh Cindy Nurmala KABUMA #2 Jum’at, 18 Mei 2018 Pukul 15.30 – 17.30 WIB...
UGM dan Peranannya dalam mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan
UGM dan Peranannya dalam mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan Kajian Buka Bersama #1 Kamis, 17 Mei 2018 16.15 WIB sampai dengan 17.15 WIB Prof.Ir.Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng “Peran Universitas Gadjah Mada dalam...
Kajian Ilmiah Pengobatan di Zaman Rasulullah
“Bahkan penyakit AIDS pun sesungguhnya ada obatnya.” – Prof. Dr. Abdul Rohman M.Si., Apt. Pernyataan itu tentunya mengguncang peserta yang hadir dalam Samudra RDK 1438 H. Penyakit sendiri terdiri dari...
Kebangkitan Pemuda, Kebangkitan Indonesia
Masjid Kampus UGM – Dialog Tokoh yang berlangsung pada (14/06/2017) diisi oleh Anis Rasyid Baswedan Ph.D  selaku Gubernur DKI Jakarta terpilih 2017-2022. Beliau membahas tentang peran pemuda sebagai ujung tombak...
WhatsApp chat