SEKILAS INFO
  • 4 bulan yang lalu - KETENTUAN PESERTA NASYID DAN MTQ (MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN) FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM RAMADHAN DI KAMPUS 1439 H UNIVERSITAS GADJAH MADA (cek dibagian pengumuman)
  • 4 bulan yang lalu - PENGUMUMAN LOLOS ABSTRAK LOMBA KARYA TULIS AL-QURAN FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM (cek dibagian pengumuman)
  • 6 bulan yang lalu - Pengumuman panitia Ramadhan di Kampus UGM 1439H sudah tersedia, silahkan cek di laman pengumuman kami atau buka ugm.id/panitiardk39
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Rabu, 15 08 2018 Agustus 2018 >

IMSYAK 04:01
SUBUH 04:15
DZUHUR 11:46
ASHAR 15:06
MAGHRIB 17:56
ISYA 18:55
Diterbitkan :
Kategori : Update

Talkshow Keilmuan bersama Rektor UGM “Anda adalah penentu masa depan Indonesia.” – Prof.Ir. Panut Mulyono, M.Eng, D.Eng.

“Agama tidak menghambat pendidikan, karena sebetulnya agama mengajarkan kita untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Agama justru memotivasi pemeluknya untuk belajar dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya.” – Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng.

Negara yang bermartabat adalah negara yang mempunyai peran dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri serta berkontribusi menyelesaikan masalah-masalah dunia. Bermartabat disini bermakna dihargai oleh bangsa-bangsa lain. Bangsa-bangsa  yang dihargai adalah bangsa-bangsa  yang mempunyai peran besar dalam menyelesaikankonflik dan permasalahan dunia; seperti Jepang, Amerika, dan negara-negara Eropa.

Memang diakui bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih kurang bagus. Contoh nyatanya hanya 3 Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk perangkingan 500 besar dunia, yaitu UGM, ITB, dan UI. Kualitas pendidikan kita masih perlu banyak perbaikan agar pendidikan dan penguasaan teknologi menjadi lebih baik, tetapi jangan dilupakan bahwa pendidikan sosial humaniora dan agama perlu terus diperbaiki agar penerapan ilmu-ilmu umum sesuai dan sejalan dengan ajaran agama. Sangat disayangkan jika seseorang yang menguasai sebuah bidang ilmu dengan sangat baik tetapi miskin dalam adab dan ilmu agama sehingga ilmu tersebut diselewengkan untuk tujuan-tujuan yang tidak baik.

Agama tidak menghambat pendidikan, karena sebetulnya agama mengajarkan kita untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Agama justru memotivasi umat danpemeluknya untuk belajar dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Al-Qur’an adalah sumber ilmu utama bagi umat Muslim walaupun Ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dijelaskan secara rinci. Namun, secara umum ilmu-ilmu tersebut diceritakan secara garis besar di Al-Qur’an.

Sistem pendidikan Indonesia dapat dilakukan, minimal dengan 3 langkah yakni meningkatkan angka partisipasi kasar dalam pendidikan, memperbaiki komposisi bidang-bidang ilmu pengetahuan di Indonesia, dan mengatur pengembangan SDM untuk menguasai bidang-bidang yang harus dikuasai. Khusus hal terakhir, perlu dicatat bahwa untuk memajukan Indonesia tidak perlu menguasai industri yang sulit dikembangkan di negara ini. Harus ada beberapa industri pilihan yang akan dikembangkan dan selanjutnya menjadikan Indonesia sebagai pelopor industri tersebut di dunia.

Masa depan Indonesia berada di tangan para pemuda seperti kita. Andalah penentu masa depan Indonesia. Anda perlu percaya diri dan yakin bahwa Indonesia mampu meraih prediksi-prediksi seperti Indonesia Emas 20145.

Kita juga harus sepakat untuk menjaga Indonesia dalam keadaan damai dan menguatkan persatuan. Jika sebuah negara itu tidak damai, maka sulit bagi negara tersebut untuk mencapai kemajuan. Kemajuan sebuah negara didukung oleh militer yang kuat  dan perdamaian serta persatuan dalam negara itu sendiri. Banyak negara yang kaya tetapi tidak bisa beranjak maju karena tidak ada perdamaian.

Dalam memajukan Indonesia, jangan hana melihat fatamorgana, tetapi fahami masalah kemudian mengatur strategi untuk mengatasi tantangan-tantangan ke depan. Di luar sana banyak pihak yang tidak suka jika Indonesia menjadi sebuah negara maju karena bakal kehilangan pasar dan potensi pembeli. Persoalan bangsa ini sangat banyak, tapi kita semua harus optimis dan mengambil langkah-langkah pasti untuk mencapai tujuan tersebut (Athifa).

 

SebelumnyaLomba Poster dan Vlog RDK SesudahnyaTausiyah Ramadhan Bersama DR. (HC). Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA.
Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi
  KABUMA #18 Minggu, 03 Juni 2018 Pukul 15.45 – 17.30 WIB Habiburrahman El-Shirazy, Lc., M.A., Pg.D “Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi” Notulis oleh Hanifah Makarim  ...
Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia
KABUMA #19 Senin, 4 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Dr. Nur Azid Mahardinata “Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari Pembukaan: Gambaran mengenai bioetika dimulai...
Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia
SAMUDRA #20 Selasa, 5 Juni 2018 Pukul 16.30 – 17.30 WIB Ust. Fauzi Adhim “Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia” Notulensi oleh Cindy Nurmala MATERI Kita memiliki tanggung...
Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah
KABUMA #17 Sabtu, 2 Juni 2018 16.00 s.d. 17.15 Dr. Tiar Anwar Bachtiar “Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah” Notulis oleh Amania Ittaqo...
Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam
KABUMA #16 Jum’at, 1 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Ir. Adiwarman Azwar Karim, S.EE., M.B.A., M.A.E.P. “Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari...
Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam
KABUMA #15 Kamis, 31 Mei 2018 15.45 s.d. 17.15 Dr. Susanto, M.A. “Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam” Notulis oleh Dwi Ratnaningtyas MATERI Kenapa anak butuh kreatif? Apakah ada permasalahan...


WhatsApp chat