SEKILAS INFO
  • 2 bulan yang lalu - KETENTUAN PESERTA NASYID DAN MTQ (MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN) FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM RAMADHAN DI KAMPUS 1439 H UNIVERSITAS GADJAH MADA (cek dibagian pengumuman)
  • 2 bulan yang lalu - PENGUMUMAN LOLOS ABSTRAK LOMBA KARYA TULIS AL-QURAN FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM (cek dibagian pengumuman)
  • 4 bulan yang lalu - Pengumuman panitia Ramadhan di Kampus UGM 1439H sudah tersedia, silahkan cek di laman pengumuman kami atau buka ugm.id/panitiardk39
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Sabtu, 23 06 2018 Juni 2018 >

IMSYAK 04:01
SUBUH 04:15
DZUHUR 11:45
ASHAR 15:06
MAGHRIB 17:57
ISYA 18:55
Diterbitkan :
Kategori : Update

SAMUDRA #14
Rabu, 30 Mei 2018
Pukul 15.30 – 17.30 WIB
Ustadzh Ahmad Nashih Luthfi
“Reforma Agraria: Pandangan Islam terhadap Masalah Kontemporer dalam Mewujudkan Kedamaian Hidup Bernegara”
Notula oleh Cindy Nurmala

Materi

Semoga materi ini dapat memantik kesadaran saudara untuk kritis terhadap masalah agraria karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah petani.

1) Pengertian Reforma Agraria

 Menurut Gunawan Wiradi. 2009. Reforma Agraria, Perjalanan Belum Berakhir
 Reforma Agraria, bukan Reformasi Agraria; merombak struktur, bukan memperbaiki fungsi
 Reforma Agraria adalah “merombak struktur” penguasaan dan pemilikan Sumber-Sumber Agraria (SSA), bukan semata-mata “membagi-bagi tanah”!
 Perombakan diperlukan karena adanya ketimpangan sebaran (distribusi) kepemilikan tanah (yang banyak menguasai sedikit, yang sedikit menguasai banyak)
 Ketimpangan struktur tidak ada hubungannya dengan “tekanan penduduk”
 Menurut Hung-Chao Tai. 1974. Land Reform and Politics: A Comparative Analysis, Berkeley: University of California Press
 Kebijakan reforma agraria/ land reform bukan sekedar memberdayakan (empowering) petani miskin, melainkan juga pada pihak lain, menidakberdayakan (dispowering) para penguasa tanah yang aksesnya dikurangi secara berarti. Karenanya suatu program RA bukan sekedar memerlukan political will yang diwujudkan oleh badan-badan pemerintah. Agar mampu mencapai tujuannya, program land reform sangat memerlukan kekuatan pemerintah yang sanggup memaksa (government compulsion) (Thai 1974:15).
Terjadi ketimpangan antara jumlah tanah dengan jumlah penduduk. Tapi pada dasarnya bukan itu masalahnya, yang menjadi masalah adalah keadilan anatara pemilik tanah antara satu dengan lainnya.

2) Reforma agraria bukan masalah kontemporer

a. Tonggak Pertama Yunani Kuno (594 Sm)
Dulu pernah dilaksanakn reforma agraria untuk melunasi hutang masyarakat. Pemiliknya malah menjadi pekerja di tanahnya sendiri. Sehingga memunculkan suatu rezim yang memberikan reforma agraria untuk menstabilkan pemerintahan Yunani. Kebijakan yang dikeuarkan sama, tetapi ditentang oleh parlemen.
b. Tonggak Kedua Romawi Kuno (134 SM)
c. Tonggak Ketiga Inggris (1515, 1866)
Gerakan pemagaran, yakni pandang memandang umum yang tadinya terbuka. Tapi ketika terjadi reformasi industri berubah menjadi peternakan. Sehingga menyebabkan penggembala kecil yang tidak masuk ke dalam perputaran perekonomian.
d. Tonggak Keempat Revolusi Prancis (1789)
Menghapuskan sistem perdagangan.
e. Tonggak Kelima Rusia (1906-1911, 1917-1918)
Berbentuk tidak memberikan tanah kepada masyarakat, namun pengambilan hak pribadi utuk dimiliki oleh negara. Orang tidak diperbolehkan memiliki hak milik tetapi semua milik negara.
f. Pasca Perang Dunia II (1950-1960, 1979-1981)
Pada perang dunia kedua, semua menjadi milik negara. Pada perang dunia kedua pula indonesia dijajah secara agraris. Hal ini tampak dari penduduk yang bekerja di tanahnya sendiri oleh penjajah seperti budak di perkebunan-perkebunan. Hingga saat itu terjadi terdapat 13 perkebunan yang diambil oleh penjajah. Sehingga ketika Indonesia merdeka yang menjadi tuntutan utama adalah memeratakan pemilikan tanah.

3) Filosofi Pasal 33 UUD 1945 (Mengandung Reforma Agraria)
Mandat melakukan reforma agraria, namun belumterlalu eksplisit. Belum tersirat. Hal ini berbeda dengan negara lainnya. Secara tersirat dalam pasal tersebut mengamanatkan untuk melaksanakan reforma agararia.

4) Sekilas perbandingan RA di Filipina
 RA di Filipina termuat dalam Konstitusi 1987
 Article XIII Social Justice and Human Rights
o Memuat sub-bab Agrarian and Natural Resources Reform
 Dijabarkan lebih lanjut dalam Comprehensive Agrarian Reform Law, lalu menjadi Comprehensive Agrarian Reform Program (CARP)
 Reforma agraria dilaksanakan oleh Department of Agrarian Reform (DAR), dibentuk tahun 1971.
 Pada tahun 1978 diubah namanya menjadi Ministry of Agrarian Reform.

5) Mengapa harus dilaksanakan reforma agraria
a. Menurunnya penduduk pertanian dan hilangnya lahan untuk pertanian (BPS 2013)
Apabila ingin membela petani perlu dilakukandengan misi dakwah karena banyaknya petani yang kehilangan tanahnya.
 Lebih dari 28 juta rumah tangga petani (RTP) adalah petani gurem: rata-rata 0,36 hektar
 Terdapat 6,1 juta RTP di Jawa dan 5 juta di luar Jawa adalah tuna kisma
 Sebanyak 32 juta jiwa petani Indonesia adalah buruh tani.
 Laju penyusutan tanah pertanian mencapai angka 1,935 juta ha selama 15 tahun, atau rata‐rata 129.000 ha/tahun (lebih 353 ha/hari tanah pertanian hilang).
(Data BPS 2013)
b. Ketimpangan horizontal alokasi penggunaan tanah di Indonesia
Ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah di Indonesia. Ketimpangan yang terjadi antara perusahaan dan masyarakat sangat besar. Perbandingannya sekitar 40:1. Tanah yang terlantar juga sangat banyak. Keadilan yang kita tuju adalah keadilan yang memiliki perbandingan 50:50.
Note: Apabila ingin mempelajari mengenai agraria lebih lanjut dapat berkunjung ke laman Land Grab Dunia (2012) dengan link http://www.grain.org.id akan sangat bermanfaat. Silahkan ikuti perkembangan mengenai agraria dari laman tersebut. Anda akan terkejut dengan data-data yang tersedia di laman itu.
Dampak Landreform
 Setiap penurunan 1/3 indeks ketidakmerataan distribusi tanah, maka akan menghasilkan angka penurunan kemiskinan hingga ½ nya dalam 12 sampai 14 tahun ke depan, dan angka penurunan kemiskinan itu setara dengan pencapaian 60 tahun dengan pertumbuhan pertanian rata-rata 3%/tahun.
 Dari hasil analisa terhadap 73 negara pada tahun 1960-2000 ditemukan bahwa kebijakan land reform yang menjadikan distribusi tanah lebih merata pada tahun 1960 menjadikan negara-negara tersebut lebih tinggi pertumbuhan ekonominya
 Terdapat hubungan positif antara equal land-distribution dengan economic growth
 (Elghonemy 2003, dalam McCarthy dan Robinson (eds.) 2016, Land and development in indonesia: searching for the people’s sovereignty, ISEAS – Yusof Ishak Institute,Singapore, hlm. 4-5).
Dalam QS Alhasyr (59): 7 dijelaskan mengenai tujuan dilaksanakannya reforma agraria menurut islam. Tujuan dari reforma agraria menurut ayat tersebut ada dua, yaitu menghindari akumulasi dan demi terwujudnya keadilan agraria.
Pada QS Al-a’raf (7): 56 memperingatkan kita (manusia) untuk menghindari kerusakan alam dan sosial (ketidakadilan, kemiskinan, dan konflik. Jangan sampai kita merusak bumi yang pada akhirnya akan merusak ekosistem yang berlanjut pada kerusakan sosial.

6) Beberapa Prinsip dalam Islam tentang Pengelolaan Sumber-sumber Agraria (Tanah, Air, Energi)
Bersumber dari Al Quran, Al Hadits, dan Ijtihad (shahabat).
a. Penyebutan ‘tanah’ dalam Al-qur’an
Secara normatif, rata-rata mengandung makna: tempat hidup bersama, menghidupkan, kesuburan, asal mula diciptakannya. Tempat dimana kita berasal. Namun kini menjadi rebutan yang perlu kita perjuangkan bersama. Kenyataannya: ketimpangan, ketidak-adilan, landgrab, dst.

b. Kerjasama Umat Muslim
Hadits rasulullah yang diriwayatkan Ahmad, Umat muslim bersyarikat (bekerjasama) dalam tiga hal:
1. Air
2. Rumput (padang rumput, tanah)
3. Api (energi, listrik, tambang)

c. Larangan merampas tanah
Sebagai umat muslim kita dilarang untuk mengambil milik orang lain dengan cara dhzalim, maka akan dihimpit oleh Allah SWT di hari kiamah nanti.

d. Larangan menuduh orang lain mengambil tanah
Merampas itu dilarang dan memfitnah orang mengambil tanah juga dilarang. Jadikanlah dia bisu, buta atau berikan keburukan padanya.

e. Kerjasama (bagi hasil) meskipun dengan non islam
Nabi pernah memperkerjakan orang Yahudi dengan upah yang berasal sari tanah garapan beliau.

f. Larangan menelantarkan tanah
Barang siaa yag menelantarkan tanah akan mendapat kerugian karena mendolimi fitroh tanah.

g. Anjuran memproduksi: menghidupkan tanah mati

h. Membagi tanah kepada yang membutuhkan

Nabi memberi tanah di Hadramaut kepada Ayah Alqomah, namun diklaim oleh orang Hadhrami dan orang Kindi yang keduanya tidak berhasil membuktikan

7) Ijtihad Umar bin Khattab (Fikih Ekonomi Umar)
Fikih Ekonomi Umar mengatur:
1. Produksi
2. Konsumsi
3. Distribusi
4. Moneter
5. Krisis Ekonomi
6. Pengembangan Ekonomi:
 Pengelolaan Sumberdaya Agraria:
 Menghidupkan tanah yang mati
 Pengaplingan tanah/pemberian hak atas tanah (hak pakai)
 Membatalkan hak atas tanah lalu meredistribusinya
 Tanah yang dilindungi (hima’)
 Redistribusi tanah, penetapan kharaj dan jizyah
 Pengelolaan air
Keenam aturan fikih ekomomi Umar memiliki tujuan yang hendak dicapai, yaitu:
• Dakwah (syi’ar Islam)
• Tarbiyah
• Ijtima’iyyah (intifaa’)
• Iqtishoodiyyah (‘adaalah)

Ketidakadilan kebijakan dalam memberikan tanah dan akses di sektor pertanian Hal tersebut merupakan masalah umat dimana misis dakwah islam yang menyentuh dimensi material umat. Hal ini dapat dilihat dengan adamya perjuangan Rasulullah ketika menjalankan Isra’ Mi’raj. Beliau sudah sampai di langit, namum memutuskan kembali ke bumi untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi di umat Islam. Beliau juga memberikan tauladan bagaiman cara menghadapi masalah-masalah yang datang dan hinggap pada umat Islam.

Tanya Jawab

Pertanyaan: Saat ini merupakan saat dimana revolusi industri keempat terjadi. Pada dasarnya banyak masyarakat yang memiliki tanah, namun belum punya skill yang mumpuni untuk mengolah tanah tersebut untuk menghasilkan nilai guna yang lebih baik lagi dari yang sekarang. Apabila kita berinvestasi pada pertanian, kita masih belum paham bagaimana sistemnya dan apa yang harus dilakukan. Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan agraria tersebut? Penduduk itu akan memengaruhi tanah, namun statement Bapak, bahwa penduduk tidak memengaruhi tanah, mohon dijelaskan?
Jawab: Saya tidak tahu angka pasti, tapi teori itu pernah digunakan. Antara pertumbuhan penduduk dan tanah. Pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur. Sedangan perkembangan tanah mengikuti deret hitung. Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Peningkatan produksi pertanian akan membuat revolusi hijau. Pendekatan revolusi hijau tidak mesti pada ketimpangan tanah. Populasinya tumbuh tetapi tidak secepat orang membeli tanah di mana-mana atau populasi memang tumbuh tapi tidak secepat capital meguasai tanah. Lebih capat industri mengubah lahan menjadi hotel, apartemen, atau properti lainnya. Pada dasarnya pertumbuhannya akan suistanable. Ketika industri mendapatkan uang, digunakan untuk belanja industri (impor).
Pendidikan di Indonesia mengajarkan pertanian itu harus dihindari. Yang diajarkan di negara ita adalah ilmu pergi, yaitu ketika anada telah berpendidikan tinggi anda akan diminta untuk pergi mencari pekerjaan di tempat yang lebih baik. Di thailand, jeoang, philipina mereka berangkat dari pertanian. Industri berawal dari ertanian. Mereka tidak meninggalkan pertanian sebagai

Alm. Prof. Rubiyan (mohon dikoreksi kembali) yang merupakan salah satu dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis mendapatkan hadiah nobel karena memberikan kritik terhadap penguasa swasta yang merampas hak masyarakat kecil dalam hal penguasaan agraria.

SebelumnyaMenegakkan Supremasi Hukum di Indonesia SesudahnyaKewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam
Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi
  KABUMA #18 Minggu, 03 Juni 2018 Pukul 15.45 – 17.30 WIB Habiburrahman El-Shirazy, Lc., M.A., Pg.D “Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi” Notulis oleh Hanifah Makarim  ...
Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia
KABUMA #19 Senin, 4 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Dr. Nur Azid Mahardinata “Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari Pembukaan: Gambaran mengenai bioetika dimulai...
Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia
SAMUDRA #20 Selasa, 5 Juni 2018 Pukul 16.30 – 17.30 WIB Ust. Fauzi Adhim “Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia” Notulensi oleh Cindy Nurmala MATERI Kita memiliki tanggung...
Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah
KABUMA #17 Sabtu, 2 Juni 2018 16.00 s.d. 17.15 Dr. Tiar Anwar Bachtiar “Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah” Notulis oleh Amania Ittaqo...
Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam
KABUMA #16 Jum’at, 1 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Ir. Adiwarman Azwar Karim, S.EE., M.B.A., M.A.E.P. “Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari...
Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam
KABUMA #15 Kamis, 31 Mei 2018 15.45 s.d. 17.15 Dr. Susanto, M.A. “Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam” Notulis oleh Dwi Ratnaningtyas MATERI Kenapa anak butuh kreatif? Apakah ada permasalahan...


WhatsApp chat