RDK UGM Hadirkan Cak Nun, Pengunjung Antusias

Acara Pagelaran Seni dalam rangka Ramadhan di Kampus (RDK) LDK Jama’ah Shalahuddin UGM, Sabtu (27/7/2013). (ist)

Sabtu malam (27/7/2013) gedung Pusat Kebudayaan Koesnandi Hardjosoemantri dibanjiri oleh pengunjung dari berbagai kalangan. Hal ini dikarenakan pada pukul 21.00 sampai pukul 23.59 WIB diselenggarakan Pagelaran Budaya Islam.

Tema yang diangkat adalah Malam Mingguan Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng dalam Menjemput Malam Lailatul Qadr. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai islami pada masyarakat dari segi seni. Tidak hanya sebagai hiburan dan seni saja, acara ini dilaksanakan juga untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas atau berdakwah bahwa Islam adalah agama yang tidak memberatkan.

Melalui publikasi dengan poster, leaflet, baliho, pengumuman pada setiap acara di Masjid Kampus (maskam) UGM, serta via SMS, kegiatan ini mampu menyita perhatian ribuan pengunjung. Semula panitia RDK menargetkan seribu pengunjung. Target tersebut terpenuhi dan melebihi perkiraan peserta yang datang karena tempat berlangsungnya acara tersebut penuh sesak oleh antusias peserta yang hadir.

Persiapan yang dilakukan cukup matang, sejak satu bulan sebelum bulan Ramadhan acara ini telah terkonsep. “Awalnya kita mencoba me-lobi Cak Nun, kemudian membicarakan fee. Kita cukup berhasil juga di sini, karena harga awal yang dipatokkan tiga puluh juta, kita mampu menawar sampai dua puluh juta,” terang Fakhrina Ika Apriliani.

Meskipun telah dilakukan persiapan cukup matang, panitia pun masih menghadapi kendala. Kendala tersebut berupa waktu penyelenggaraan yang dilakukan malam hari. Hal ini berkaitan karena JS merupakan lembaga dakwah kampus (LDK) yang merasa agak riskan mengadakan kegiatan sampai larut malam. Untuk mengatasi kendala tersebut, Fakhrina mahasiswi Akuntansi 2011 ini mengaku membagi-bagi tugas penting yang harus dilakukan seorang akhwat.

Acara yang pertama kali diadakan ini berjalan sukses dan sesuai rencana. Kesuksesan yang terlihat selain karena jumlah pengunjung yang melebihi target, dibuktikan dengan tepatnya show time dan momentum yang tepat saat malam minggu. Panitia RDK juga turut mengundang dua orang anggota Kajasha (keluarga alumni Jamaah Shalahuddin), yaitu Prof. Edi Meiyanto dan Muslih Zainal Asidiq, serta Prof. Heddy Shri Ahimsa Putra selaku dosen Antropologi UGM.

Sebagai penanggung jawab acara, Fakhrina juga berharap untuk tahun depan semoga acara ini dapat berlanjut. Beliau juga memaparkan acara tersebut tidak dilakukan di Maskam UGM seperti kegiatan-kegiatan yang lain dengan alasan menyesuaikan tema dan kegiatan dilakukan waktu malam hari. “Kalau di Maskam maksimal hanya sampai jam sepuluh malam, tidak seperti di sini (Pusat Kebudayaan Koesnandi Hardjosoemantri,-Red) dibebaskan meskipun sampai tengah malam. Karena acara pagelaran seni ini seperti konser, maka kita adakan di pusat kebudayaan.” Pungkasnya.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/02/37489/ramadhan-di-kampus-ugm-1434-h/#ixzz4bGYcI4Ot

Bagikan: