SEKILAS INFO
  • 6 bulan yang lalu - KETENTUAN PESERTA NASYID DAN MTQ (MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN) FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM RAMADHAN DI KAMPUS 1439 H UNIVERSITAS GADJAH MADA (cek dibagian pengumuman)
  • 6 bulan yang lalu - PENGUMUMAN LOLOS ABSTRAK LOMBA KARYA TULIS AL-QURAN FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM (cek dibagian pengumuman)
  • 7 bulan yang lalu - Pengumuman panitia Ramadhan di Kampus UGM 1439H sudah tersedia, silahkan cek di laman pengumuman kami atau buka ugm.id/panitiardk39
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Rabu, 26 09 2018 September 2018 >

IMSYAK 04:01
SUBUH 04:15
DZUHUR 11:45
ASHAR 15:05
MAGHRIB 17:57
ISYA 18:56
Diterbitkan :
Kategori : Kabar Ramadhan / Kajian Buka Bersama / Samudra (Safari Ilmu di Bulan Ramadhan) / Update
Komentar : 1 komentar

“Produk kita tidak unggul karena penelitiannya tidak unggul,”

Samudra (Safari Ilmu di Bulan Ramadhan) yang diselenggarakan oleh panitian Ramadhan Di Kampus 1437 pada hari ini, Jumat, 17 Juni 2016 bertempat di Ruang Utama Masjid Kampus UGM mengangkat tema Pendidikan, Kesehatan, dan Pelayanan Publik sebagai Tiga Sektor Pembangunan Kesejahteraan Umat. Pembahasan tema disampaikan oleh Prof. Indra Bastian. Acara berlangsung mulai pukul 16.15 hingga  17.20 WIB.

Prof. Indra memaparkan bahwa tuntutan yang dihadapi pemimpin 2014 salah satunya adalah aksi dan hasil implementasi program Baitul Mal berupa BPJS, serta memastikan bahwa orang-orang di Indonesia sehat. Melalui mekanisme dana pendidikan, semua bisa sekolah. Tuntutan tersebut mempunyai dampak antara lain, fokusnya memperbaiki industri pelayanan dasar contohnya pangan, pendidikan, kesehatan, energi. Dampak kedua yaitu menghadapai nilai tukar rupiah yang semakin lemah, inflasi begitu tinggi, inflasi pangan. Dampak selanjutnya yaitu memecahkan teknologi, energi, dan penelitian. Produk kita tidak unggul karena penelitiannya tidak unggul. 

Jumlah penduduk kaya 4 juta orang, kenapa kita tidak menjadi bagian dari itu? Karena kita tidak mempunyai kemampuan tersebut maka mulai dipersiapkan. Pendapatan nasional perkapita 10 juta per orang. 60 % penduduk Indonesia aktif bekerja menengah kebawah. Jika dilihat dari letak tempat tinggal, kemiskinan lebih banyak di daerah kota.  Penduduk yang tinggal di kota 48 %, desa 52. Jadi miskin dan kaya terletak di kota. Pendidikan banyak diselenggarakan di Yogyakarta tetapi setelah lulus kerja di luar Jogja, ex: Jakarta, Jatim. Orang yang sekolah di Jogja akan membanjiri kota-kota luar Jogja.

Pada masa pendidikan, angka buta huruf masih tinggi. Di bidang kesehatan pemerintah sudah menyiapkan jaminan kesehatan. Dokter spesialis 0,01 % , umum 1,16%, dokter Gigi 0,68 %..
Angka harapan hidup penduduk di Indonesia rata-rata ada pada usia 69 tahun. Jumlah pengangguran di Indonesia banyak terjadi di kaum wanita.

Kalau kita ingin makmur, mahasiswa hendaknya memilih enterpreneurship. Berdasarkan research, Indonesia masih membutuhkan 13 juta pengusaha agar negeri ini maju. Saat ini baru 8 juta orang, pada standarnya 2% dari 5 juta orang hendaknya menjadi pengusaha.

Mengubah industri lokal menjadi pelayanan publik perlu mempunyai sifat jujur, amanah, adil, Istiqomah. Industri pelayanan dasar. Pendidikan dan pangan tergantung kita dalam mengembangkan. Untuk pangan anggarannya banyak tetapi juga masih kurang. Gizi belum terpenuhi dengan baik.  Asupan protein, karbohidrat dsb membutuhkan 591.000 triliyun

Manajemennya harus diubah. Saat ini Indonesia masih import untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manajemen distribusi dan produksi masih buruk. Jika kita ingin menang maka perlu menata barisan yang kaffah. Penguasaan teknologi yang saat ini dibutuhkan ialah energi. Energi pada minyak bumi. Kita membutuhkan pendidikan, kesehatan, pangan, tetapi yang paling dibutuhkan ialah energi dan enterpreneurship. Jadi diharapkan kita dapat mengembangkan pengusaha di Indonesia, agar dapat menjadi 1 persen orang yang tergolong kaya.

SebelumnyaProf. Ahmad Mansur Suryanegara: "Datangnya Islam ke Indonesia membawa perubahan yang besar" SesudahnyaProf.Dr.Ing.Fahmi Amhar: Manajemen Sumber Daya Alam dan Energi sebagai Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Umat
Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi
  KABUMA #18 Minggu, 03 Juni 2018 Pukul 15.45 – 17.30 WIB Habiburrahman El-Shirazy, Lc., M.A., Pg.D “Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi” Notulis oleh Hanifah Makarim  ...
Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia
KABUMA #19 Senin, 4 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Dr. Nur Azid Mahardinata “Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari Pembukaan: Gambaran mengenai bioetika dimulai...
Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia
SAMUDRA #20 Selasa, 5 Juni 2018 Pukul 16.30 – 17.30 WIB Ust. Fauzi Adhim “Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia” Notulensi oleh Cindy Nurmala MATERI Kita memiliki tanggung...
Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah
KABUMA #17 Sabtu, 2 Juni 2018 16.00 s.d. 17.15 Dr. Tiar Anwar Bachtiar “Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah” Notulis oleh Amania Ittaqo...
Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam
KABUMA #16 Jum’at, 1 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Ir. Adiwarman Azwar Karim, S.EE., M.B.A., M.A.E.P. “Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari...
Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam
KABUMA #15 Kamis, 31 Mei 2018 15.45 s.d. 17.15 Dr. Susanto, M.A. “Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam” Notulis oleh Dwi Ratnaningtyas MATERI Kenapa anak butuh kreatif? Apakah ada permasalahan...


1 komentar

Nur Fauzi

Jumat, 7 Apr 2017

Semangat terus!!

Balas

TINGGALKAN KOMENTAR

WhatsApp chat