Prof. Indra Bastian: “Produk kita tidak unggul karena penelitiannya tidak unggul,”

“Produk kita tidak unggul karena penelitiannya tidak unggul,”

Samudra (Safari Ilmu di Bulan Ramadhan) yang diselenggarakan oleh panitian Ramadhan Di Kampus 1437 pada hari ini, Jumat, 17 Juni 2016 bertempat di Ruang Utama Masjid Kampus UGM mengangkat tema Pendidikan, Kesehatan, dan Pelayanan Publik sebagai Tiga Sektor Pembangunan Kesejahteraan Umat. Pembahasan tema disampaikan oleh Prof. Indra Bastian. Acara berlangsung mulai pukul 16.15 hingga  17.20 WIB.

Prof. Indra memaparkan bahwa tuntutan yang dihadapi pemimpin 2014 salah satunya adalah aksi dan hasil implementasi program Baitul Mal berupa BPJS, serta memastikan bahwa orang-orang di Indonesia sehat. Melalui mekanisme dana pendidikan, semua bisa sekolah. Tuntutan tersebut mempunyai dampak antara lain, fokusnya memperbaiki industri pelayanan dasar contohnya pangan, pendidikan, kesehatan, energi. Dampak kedua yaitu menghadapai nilai tukar rupiah yang semakin lemah, inflasi begitu tinggi, inflasi pangan. Dampak selanjutnya yaitu memecahkan teknologi, energi, dan penelitian. Produk kita tidak unggul karena penelitiannya tidak unggul. 

Jumlah penduduk kaya 4 juta orang, kenapa kita tidak menjadi bagian dari itu? Karena kita tidak mempunyai kemampuan tersebut maka mulai dipersiapkan. Pendapatan nasional perkapita 10 juta per orang. 60 % penduduk Indonesia aktif bekerja menengah kebawah. Jika dilihat dari letak tempat tinggal, kemiskinan lebih banyak di daerah kota.  Penduduk yang tinggal di kota 48 %, desa 52. Jadi miskin dan kaya terletak di kota. Pendidikan banyak diselenggarakan di Yogyakarta tetapi setelah lulus kerja di luar Jogja, ex: Jakarta, Jatim. Orang yang sekolah di Jogja akan membanjiri kota-kota luar Jogja.

Pada masa pendidikan, angka buta huruf masih tinggi. Di bidang kesehatan pemerintah sudah menyiapkan jaminan kesehatan. Dokter spesialis 0,01 % , umum 1,16%, dokter Gigi 0,68 %..
Angka harapan hidup penduduk di Indonesia rata-rata ada pada usia 69 tahun. Jumlah pengangguran di Indonesia banyak terjadi di kaum wanita.

Kalau kita ingin makmur, mahasiswa hendaknya memilih enterpreneurship. Berdasarkan research, Indonesia masih membutuhkan 13 juta pengusaha agar negeri ini maju. Saat ini baru 8 juta orang, pada standarnya 2% dari 5 juta orang hendaknya menjadi pengusaha.

Mengubah industri lokal menjadi pelayanan publik perlu mempunyai sifat jujur, amanah, adil, Istiqomah. Industri pelayanan dasar. Pendidikan dan pangan tergantung kita dalam mengembangkan. Untuk pangan anggarannya banyak tetapi juga masih kurang. Gizi belum terpenuhi dengan baik.  Asupan protein, karbohidrat dsb membutuhkan 591.000 triliyun

Manajemennya harus diubah. Saat ini Indonesia masih import untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manajemen distribusi dan produksi masih buruk. Jika kita ingin menang maka perlu menata barisan yang kaffah. Penguasaan teknologi yang saat ini dibutuhkan ialah energi. Energi pada minyak bumi. Kita membutuhkan pendidikan, kesehatan, pangan, tetapi yang paling dibutuhkan ialah energi dan enterpreneurship. Jadi diharapkan kita dapat mengembangkan pengusaha di Indonesia, agar dapat menjadi 1 persen orang yang tergolong kaya.

Bagikan:
  • Nur Fauzi

    Semangat terus!!