SEKILAS INFO
  • 6 bulan yang lalu - KETENTUAN PESERTA NASYID DAN MTQ (MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN) FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM RAMADHAN DI KAMPUS 1439 H UNIVERSITAS GADJAH MADA (cek dibagian pengumuman)
  • 6 bulan yang lalu - PENGUMUMAN LOLOS ABSTRAK LOMBA KARYA TULIS AL-QURAN FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM (cek dibagian pengumuman)
  • 7 bulan yang lalu - Pengumuman panitia Ramadhan di Kampus UGM 1439H sudah tersedia, silahkan cek di laman pengumuman kami atau buka ugm.id/panitiardk39
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Rabu, 26 09 2018 September 2018 >

IMSYAK 04:01
SUBUH 04:15
DZUHUR 11:45
ASHAR 15:05
MAGHRIB 17:57
ISYA 18:56
Diterbitkan :
Kategori : Update

SAMUDRA #20
Selasa, 5 Juni 2018
Pukul 16.30 – 17.30 WIB
Ust. Fauzi Adhim
“Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia”
Notulensi oleh Cindy Nurmala

MATERI

Kita memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan anak-anak untuk menjadi mukhalaf, yaitu orang yang siap melaksanakan taklif. Takhlif adalah orang yang siap menjadi orang dewasa. Selamaba-lambatnya menjadi takhlif adalah 15 tahun qomariyah untuk menjadi manusia dewasa penuh. Walaupun usianya mencapai 15 tahun banyak yang belum bisa menjadi takhlif. Jangankan 15 tahun, 18 tahun, atau 25 tahun anak-anak belum bisa menjadi dewasa. Setiap apabila lak-laki telah menjadi mukhalaf anak lelaki tersebut harus mencari nafkahnya sendiri. Orang tua sudah tidak memiliki kewajiban lagi. Memang tidak salah apabila orang tuanya memberi tapi sebagai dhuafa. Seorang perempuan masih menjadi tanggung jawab walinya sampai dia menikah kecuali ibadahnya, ketika menikah sudah menjadi tanggung jawab suaminya.
Kita wajib menyiapkan anak-anak untuk mandiri. Mukhalaf harusnya beriringan demgan tanda-tandanya. Untuk laki-laki mimpi basah dan untuk perempuan ditandai dengan menstruasi. Artinya anak-anak telah mampu berpikir secara aqil baligh. Pemikirannya matang dan sudah sampai. Tapi tidak semua anak-anak begitu, hanya anak-anak yang disiapkan saja yang mampu berpikir secaa mendalam.
Tidak akan tercaai takhlif ini apabila tidak dipersiapkan secara dini. Seperti doa anak kepada orang tua. Sebagiamana mereka metarbiyahiku di waktu kecil yang memiliki arti lebih luas. Doa itu terkait seberapa baik kita mempersiapkan anak-anak untuk menjadi siap dan mengerti tugas hidupnya dan menjalaninya kecuali jika ada halangan-halangan yang menghalnginya dari Allah SWT seperti seorang anak memiliki keterbatasan mental. Jangan sampai anak-anak tidak mampu karena kita abaikan dan karena kita tidak tahu.
Apabila anak ditanya baik buruknya dan mengerti mana yang baik dan mana yang buruk yang disebut mumayis. Sebaiknya seseorang menjadi mumayis adalah seharusnya sekitar usia 6 tahun selambat-lambatnya 7 tahun. Apabila anak-anak hanya biasa diajak berpiki tanpa dasarnya, maka akan salah dasar. Kita seharusnya memberikan pengajaran dasar kepada anak-anak. Kita harus memberikan pemahaman dasar untuk menstimulasikan kemampuan berpikirnya. Namun yang utama adalah memberikan pengarahan kepada anak karena hal itulah yang utama. Kita perlu melatihkan kepada anak-anak ketika usia 6 tahun. Salah satu indikator mumayis adalah anak-anak bisa melakukan thoharoh. Yang perlu kita perhatikan untuk menjadikan anak mukhalaf adalah memberikan pemahaman dasar yang akan membentuk kepribadan anak tersebut.
Tahapan-tahapan anak:
1) Masih bayi
Terdapat isu krusial dalam hal menyusui. Seperti yang kita ketahui bahwa Rasulullah disusui oleh Halimah. Pilihan menyusukan anak kepada orang lain yang memiliki kelebihan-kelebihannya akan menyebabkan anak kita haram menikah dengan saudara sepersusuannya. Yang perlu diperhatikan dari ibu susu diantaranya, yaitu akhlaknya, agamanya, dan karena asinya.
Hal ini karena saat penyusuan terdapat edukasi terhadap anak. Hal ini penting untuk pembentukan kepribadian anak. Karena tidak ada anak yang lahir curiga terhadap ibunya. Tergantung bagaiman kita bersikap kepada anak tersebut. Apabila ini dapat terjadi dengan baik akan membuat anak membangun komunikasi yang baik. Pikiran anak berkembang yang masih perlu diperhatikan dan masih banyak lagi.
2) Masa 6 atau 7 tahun
Ketika anak sudah mumayis, anak sudah harus menjalankan perintah Rasulullah SAW dengan perintah dari kedua orang tuanya. Dalam hal ini perintah Rasulullah SAW adalah perintah untuk memerintah, terdapat pemahamna apabila mendisiplinkan dengan perintah. Hal ini sudah dijelaskan dalam Al-Quran.

Tanya Jawab
1) Pertanyaan: terkait fase kedua dan ketiga. Mohon dilanjutkan ustad karena saya masih penasaran.
Jawab: Belum Terjawab 
2) Pertanyaan : di masa isekarang kasus kekerasan seksual meningkat. Bagaimana pandangan Islam untuk pendidikan seksual sebagai cara untuk mengatasi kekerasan seksual.
Jawab :
Tidak ada pendidikan seksual yang sedunia. USA telah mengumumkan jika mau silahkan melakukan. Namun mendapat penolakan pada 1960. Lalu mbokya di beri pengaman. Sedangkan hal tersebut juga masih mendaoatkan penolakan. Hingga muncul aham untuk melakukan seks setelah menikah. Namun terjadi penolakan dari perusahaan” yang telah melakukan produksi pengaman. Hingga mencapai Indonesia yang membagikan alat pengaman secara gratis.
Pendidikan modern:
1) Di dunia ini mengenal konsekuensi dan hukuman. Yang menjadi hukuman untuk anak yang tidak melaksanakan solat adalah dipukul.
2) Apabila anak telah diberi tahu namun anak tidak menjalankan.
3) Tidak bisa seorang ayah memberikan pukulan kecuali diberikan peringatan
4) Apabila sudah diberikan peringatan maka anak belum wajib melaksanakan.
5) Yang menjadi wajib adalah ketika anak tidak menjalankan perintah sari ayahnya.
Ketika kita belajar mengaji, kita selalu belajatr dengan meningkat. Yang dipelajari sama namun lebih kompleks. Tidak ada pendidikan seksual secara mendetail. Semua tergantung dari paradigma mana yang dianut dalam menganut pendidikan seksual. Kita lebih banyak menggunakan paradigma trouble shooting bukan paradigma proaktif. Seharusnya ketika anak” mukhalaf kita sudah siap. Apabila tamyis ini sudah diersiapkan anak akan lebih memilih kebaikan. Oleh karena itu, kita perlu untuk memberikan pendidikan yang mendasar kepada anak-anak. Semuanya bukan tentang uang, situasi atau apapun tetapi tentang apapun yang anda miliki dan anda berikan kepada anak anda.
Kita harus mempersiapkan anak-anak untuk menjalani hidup dimasa yang akan datang. Sebagai contoh kita telah mempersiapkan pendidikan selama 20 tahun untuk hidup selama 40 tahun. Sehingga apapun yang akan dijalani didunia ini perlu dilakukan dari sejak dini.

SebelumnyaMewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah SesudahnyaMewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia
Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi
  KABUMA #18 Minggu, 03 Juni 2018 Pukul 15.45 – 17.30 WIB Habiburrahman El-Shirazy, Lc., M.A., Pg.D “Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi” Notulis oleh Hanifah Makarim  ...
Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia
KABUMA #19 Senin, 4 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Dr. Nur Azid Mahardinata “Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari Pembukaan: Gambaran mengenai bioetika dimulai...
Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia
SAMUDRA #20 Selasa, 5 Juni 2018 Pukul 16.30 – 17.30 WIB Ust. Fauzi Adhim “Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia” Notulensi oleh Cindy Nurmala MATERI Kita memiliki tanggung...
Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah
KABUMA #17 Sabtu, 2 Juni 2018 16.00 s.d. 17.15 Dr. Tiar Anwar Bachtiar “Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah” Notulis oleh Amania Ittaqo...
Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam
KABUMA #16 Jum’at, 1 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Ir. Adiwarman Azwar Karim, S.EE., M.B.A., M.A.E.P. “Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari...
Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam
KABUMA #15 Kamis, 31 Mei 2018 15.45 s.d. 17.15 Dr. Susanto, M.A. “Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam” Notulis oleh Dwi Ratnaningtyas MATERI Kenapa anak butuh kreatif? Apakah ada permasalahan...


WhatsApp chat