SEKILAS INFO
  • 1 minggu yang lalu - Pengumuman panitia Ramadhan di Kampus UGM 1439H sudah tersedia, silahkan cek di laman pengumuman kami atau buka ugm.id/panitiardk39
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Rabu, 21 02 2018 Februari 2018 >

IMSYAK 04:01
SUBUH 04:16
DZUHUR 11:46
ASHAR 15:06
MAGHRIB 17:56
ISYA 18:55
Diterbitkan :
Kategori : Ceramah Gelanggang / Kabar Ramadhan / Kajian Buka Bersama / Samudra (Safari Ilmu di Bulan Ramadhan) / Update / Wawasan tentang Ramadhan
Komentar : 0 komentar

“Tugas kita sebagai bangsa, adalah senantiasa membangun komitmen agar rahmat Allah tidak lepas dari bangsa ini.” (Edy Meiyanto)

Indikator bangsa dapat dilihat dari perkembanagan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menjadi salah satu unsur yang paling penting. Pakaian, komunikasi, bahkan fasilitas yang terdapat pada samudra pun tidak lepas dari kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari banyaknya pengembangan teknologi, jika disimak lebih jauh akan sangat sulit emnemukan muatan teknologi yang benar-benar berasal dari bangsa Indonesia. Semangat untuk mengembangkan teknologi harus dibangkitkan di kalangan masyarakat Indonesia. Meski tidak bisa 100%, tapi harus ada inisatif untuk mencari titik-titik komitmen apa yang harus kita lakukan di era sekarang.

Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah harus dijadikan ajang untuk bangkit oleh kaum Muslimin. Dua hal yang diajarkan Rasulullah untuk sealalu diamalkan, pertama membaca kalimat tauhid dan istigfar, kemudian meminta untuk dijauhkan dari api neraka. Mengasah komitmen di hari-hari agar mengengembangkan pribadi yang lebih baik. Rasulullah mengajarkan agar kita bisa lebih baik dari hari kemarin. Dari sisi normatif, harus dibangun komitmen dalam menjalankan agama Islam, komitmen kemudian akan turun ke ranah praktis. Misal, sebagai dosen aka diuji motivasinya, untuk apa menjadi dosen, diuji dengan berbagai tipe mahasiswa, sudah benarkah niat mengajar selama ini. Sebagai warga masyarakat, teman, suami, apakah sudah melakukan peran yang semestinya.

Kekhawatiran di tengah-tengah perkembangan Iptek yang semakin maju, harus didampingi dengan komitmen yang sungguh. Berbagai lapisan masyarakat harus saling membangun komitmen satu sama lain. Baik pemerintah yang memimpin maupun rakyat yang dipimpin. Jika diurai bentuk komitmen banyak sekali, namun komitmen yang paling utama apabila dikerucutkan akan merujuk pada satu hal tunggal, yaitu Lailahaillah. Sebagai manusia kita tidak akan mampu melakukan semua komitmen 100%, meski begitu Rasulluah berwasiat agar kita senantiasa mengucap istighfar untuk menutupi kekurangan kita. Tugas kita sebagai bangsa, adalah senantiasa membangun komitmen agar rahmat Allah tidak lepas dari bangsa ini. Dijaga, dikawal komitmen yang ada. Jadikan ajang Bulan Ramadhan untuk memperbaiki dan mebangun komitmen. Kalimat lailahaillah dan astagfirullah jadikan sebagai tameng melawan godaan yang ada. Membangun komitmen memerlukan pengorbanan baik kecil maupun besar.

Kita Bersatu Bermartabat Indonesiaku

SebelumnyaPersatuan Jadi Tema Besar Ramadhan di Kampus UGM 1438 H/2017 M SesudahnyaAl Quran sebagai Basis Konstruksi Ilmu Pengetahuan
Jangan Mau Ber-Islam yang Standar!
“Ketika kita sholat, lalu tiba-tiba mendapat inspirasi untuk paper. Itu sholat untuk Allah atau untuk dosen?” – Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. Ed, M.Phil. Samudra 12 Juni 2017 menghadirkan pembicara...
Kebangkitan Pemuda, Kebangkitan Indonesia
Masjid Kampus UGM – Dialog Tokoh yang berlangsung pada (14/06/2017) diisi oleh Anis Rasyid Baswedan Ph.D  selaku Gubernur DKI Jakarta terpilih 2017-2022. Beliau membahas tentang peran pemuda sebagai ujung tombak...
Peradaban Bukan Tentang Gedung, Namun Sebuah Nilai
“Letakkan dunia di genggaman tanganku, jangan di hatiku.” – Abu Bakar Ash-Shiddiq. Peradaban bukanlah tentang gedung-gedung megah, gaya berpakaian, atau mobil-mobil mewah yang memenuhi jagad raya. Namun, peradaban merupakan nilai-nilai...
Jangan Mau Digoda Iblis Selama Bulan Ramadhan
“Sayang, kamu kenapa sih cinta sama aku?” – Muhammad Ronaldo. Hujan bukanlah penghalang untuk menuntut ilmu! Itulah semangat para penuntut ilmu yang datang pada Samudra spesial 08 Juni 2017. Dengan...
Ibadahmu Sia-Sia Karena Landasan Hukum Keliru: Hadis Lemah Seputar Puasa
  “Jangan sampai ibadah kita sia-sia dan tidak sempurna karena kita kurang teliti dalam menghadapi puasa. Jangan sampai pula ibadah kita tertolak karena tidak tahu hukum-hukumnya.” – Ustaz Andi Alief,...
Kajian Ilmiah Pengobatan di Zaman Rasulullah
“Bahkan penyakit AIDS pun sesungguhnya ada obatnya.” – Prof. Dr. Abdul Rohman M.Si., Apt. Pernyataan itu tentunya mengguncang peserta yang hadir dalam Samudra RDK 1438 H. Penyakit sendiri terdiri dari...


TINGGALKAN KOMENTAR