“No Doubt”

“Jika seseorang merasa ragu terhadap Al Quran, sesungguhnya keraguan itu bukan terletak pada Al Quran tetapi terletak pada hati orang” (Syaikh Najih Sya’ban)

SAMUDRA (Safari Ilmu di Bulan Ramadhan) pada hari ini Ahad, 12 Juni 2016 bertemakan No Doubt dengan Pembicara Syaikh Najih Sya’ban, salah satu dosen qiroah di Universitas Al Azhar Mesir. Acara ini  dilakasanakan di Ruang Utama Masjid Kampus UGM dan dipandu oleh Akbar, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM angkatan 2013. SAMUDRA hari ini diselenggarakan oleh panitia Ramadhan Di Kampus dengan Twitulama.com, KIPMI, Apkom Ngaji, DPJ, Islamic Center Binbaz Yogyakarta. Acara berlangsung dari pukul 16.05 hingga 17.30 WIB.

Kajian dimulai dengan pujian-pujian kepada Allah yang disampaikan oleh Syaikh Najih Sya’ban. Beliau berdoa agar segala yang kita lakukan ikhlas karena Allah. Ada tujuh kelompok manusia yang kelak dapat bertemu dengan Allah. Salah satu kategori hamba Allah tersebut ialah dua orang yang berkumpul dan berpisah hanya karena Allah. Beliau juga mendoakan kita semoga kelak dipertemukan di surga. Barangsiapa yang hendak menempuh jalan untuk menuntut ilmu karena Allah maka akan diberikan surga.

Berkaitan dengan tema yaitu No Doubt, Syeikh Najih melantunkan ayat dua Surah Al Baqarah yang artinya “Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. Al Quran bukan ucapan manusia yang biasa. Allah menguatkan orang-orang yang membaca Al Quran. Allah senantiasa menjaga orang-orang yang membaca Al Quran maka hendaknya tidak ada kata ragu dalam diri kita. Al Qurana merupakan kitab yang tidak berubah-rubah dan tidak menyimpang. Risalah yang Allah turunkan dalam kitab ini menjadai kitab terakhir dan penutup. Selain itu, Al Quran merupakan kitab yang utama bagi manusia. Allah menjaga kitab Al Quran maka tidak ada keraguan padanya.

Allah telah menjaga Al Quran semenjak Rasulullah lahir. Allah berfirman dalam Surah Kahfi ayat pertama yang artinya, “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya”. Satu hal yang Allah inginkan dari hambanya adalah senantiasa memuji Allah karena Allah telah menurunkan Al Quran kepada manusia. Sudah selakyaknya kita sebagai manusia bersyukur kepada Allah.

Jika seseorang merasa ragu terhadap Al Quran, sesungguhnya keraguan itu bukan terletak pada Al Quran tetapi terletak pada hati orang tersebut. Tidak ada sedikitpun kesalahan pada Al Quran. Sudaha sepatutnya kita berbangga karena kita sebagai umat Rasulullah dengan risalah yang sempurna. Kajian diakhiri dengan penyampaian pesan Syeikh Najih Sya’ban kepada jamaah, “Bacalah Al Quran dengan tumakninah dan tenang. Inilah Al Quran sebagai petunjuk dan obat. Jangan lupa berdoa ketika berbuka puasa karena salah salah satu waktu mustajab terkabulnya doa ketika waktu berbuka puasa. Siapkan hati ketika sholat. Pahami dan rasakan bahwa kita sedang menghadap Allah, Tuhan semesta alam. Mintalah kepada Allah agar diberi kekhusyukan.

Sumber gambar : https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/03/15/1f/03151fe9afbcce93539c69e0f4898e46.jpg

Bagikan: