SEKILAS INFO
  • 8 bulan yang lalu - KETENTUAN PESERTA NASYID DAN MTQ (MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN) FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM RAMADHAN DI KAMPUS 1439 H UNIVERSITAS GADJAH MADA (cek dibagian pengumuman)
  • 8 bulan yang lalu - PENGUMUMAN LOLOS ABSTRAK LOMBA KARYA TULIS AL-QURAN FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM (cek dibagian pengumuman)
  • 10 bulan yang lalu - Pengumuman panitia Ramadhan di Kampus UGM 1439H sudah tersedia, silahkan cek di laman pengumuman kami atau buka ugm.id/panitiardk39
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Sabtu, 15 12 2018 Desember 2018 >

IMSYAK 04:01
SUBUH 04:15
DZUHUR 11:46
ASHAR 15:06
MAGHRIB 17:56
ISYA 18:55
Diterbitkan :
Kategori : Update

KABUMA #19
Senin, 4 Juni 2018
16.57 WIB s.d 17.28 WIB
Dr. Nur Azid Mahardinata
“Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia”
Notulis oleh Latifa Sakti Bintari

Pembukaan:
Gambaran mengenai bioetika dimulai ketika ilmuan menempelkan kromosom yang menyalahakan kunang-kunang kepada tikus yang mana kromosomnya lebih rendah daripada kromosom kunang-kunang tersebut. Dan itu berhasil, hasil penyatuan menghasilkan tikus yang bisa menyala (Ilmuan Israel). Menurut kalian, adanya penemuan tersebut bermanfaat atau tidak? Kembali ke tujuan masing-masing dari penciptaan tersebut. Kalau para dokter berpendapat bahwasannya itu kurang bermanfaat dan kurang penting.
Materi
Ada beberapa kasus yang membuat berpikir kembali, diantaranya kasus kanker mulut akibat kebiasaan memakan tembakau, bayi siam, kanker paru-paru, dan lain lain. Lantas apa yang harus dilakukan? Dokter mungkin bisa menyelamatkan namun tetap ada resiko di lain sisinya. Misalnya harus memilih kemungkinan terburuk, menghentikan pertolongan karena selama ini pasien bertahan hidup akibat bantuan alat kesehatan atau mesin ventilator sedangkan alatnya juga terbatas dan pasti banyak orang yang membutuhkan.
Definisi etika adalah cabang ilmu filsafat (filsafat moral) yang mencari orientasi fundamental “Bagaimana aku harus hidup dan bertindak?”. EtikaBio-Etika adalah ilmu filsafat terapan yang menghubungkan fakta-fakta bios (kehidupan) dengan nilai-nilai atau filsafat moral. Pada masa nabi, juga pernah ada kasus kembar siam. Ketika akan memisahkan keduanya agar terpisah, ali berpendapat bahwa ditunggu 3 hari jika keduanya masih hidup, berarti keduanya berhak hidup. Namun ternyata pada hari kedua, kembar siam tersebut meninggal. Sehingga diperlukan suatu ilmu yang mana kita dapat tahu bahwa sebenarnya apakah kembar siam itu memiliki dua kromosom yang sama atau berbeda.
Dilain kasus lagi, timbul kontroversi mengenai filsafat sebagai ilmu yang haram. Berdasarkan tafsir surah Al-A’la ayat terakhir, “yang membatasi halal haramnya ilmu itu terletak pada tujuannya. Ketika ilmu itu membuatmu sujud dan mendekatkan diri kepada Allah, maka pelajarilah ilmu. Dan berlaku sebaliknya ketika ilmu justru melenakan seseorang sebaiknya dihindari”. Maka teruslah belajar berbagai bidang ilmu, selama itu tidak membuatmu semakin jauh dan tidak bersujud kepada Allah.
Kejahatan-kejahatan dalam pengembangan ilmu dan teknologi ada beberapa kasus pula. Sejak beberapa zaman yang lalu, diluar negeri menggunakan prinsip eugenics yaitu berprinsip mencari yang lebih baik daripada yang kita miliki saat ini. Misalnya dalam mencari pasangan. Ada juga ketika masa Hitler, dokter kaum Yahudi memanfaatkan pasien yang hampir meninggal untuk percobaan. Mereka melakukan penelitian mengenai seberapa tinggi manusia akan tetap hidup jika dijatuhkan dari langit tanpa menggunakan pelindung, ada lagi meneliti tentang seberapa lama ketahanan manusia untuk menahan diri agar bertahan di suhu yang dingin. Begitu terus penelitian sering dilakukan hingga diakhiri pada tahun 1996.
Bioetika di Indonesia berkembang dibidang pelayanan kesehatan seiring berkembangnya teknologi kesehatan sampai saat ini. Bioetika Islam menganggap moral seseorang penting. Pada Maqaashid Asy Syarii’ah berisi tentang beberapa hal, diantaranya Protection of religion, Protection of life, dan lain-lain. Maqaashid Asy Syarii’ah perlu dikembangkan dan perlu lebih banyak latihan untuk dapat menemukan formulasi dan definisi kerja yang applicable diberbagai hal. Namun syarat untuk mengembangkannya dengan pikiran yang terbuka dan mampu menerima ilmu dari berbagai disiplin ilmu.

Tanya Jawab
1. Apakah dalam kedokteran, ada perbedaan kode etik antara umat beragama? Apakah ada yang memisahkan di bidang kesehatan yang berkaitan dengan agama?
Jawab:
Dalam ilmu bioetika, agama adalah salah satu subjek yang dipelajari. Namun dalam etika kedokteran, para dokter diharapkan untuk ‘mengabaikan’ mengenai agama pasien. Tidak ada namanya kode etik dokter muslim, katholik, dkk. Semua kode etik dokter itu sama, yang membedakan sumpahnya. Ketika agama Islam menyebut nama Allah, dan agama lain menyebut dengan menyebyt nama Tuhan. Semua dokter sejajar, kecuali akan mengutamakan prinsip agama ketika ada suatu hal yang menyinggung larangan suatu agama.

SebelumnyaPositive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia SesudahnyaMembangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi
Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi
  KABUMA #18 Minggu, 03 Juni 2018 Pukul 15.45 – 17.30 WIB Habiburrahman El-Shirazy, Lc., M.A., Pg.D “Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi” Notulis oleh Hanifah Makarim  ...
Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia
KABUMA #19 Senin, 4 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Dr. Nur Azid Mahardinata “Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari Pembukaan: Gambaran mengenai bioetika dimulai...
Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia
SAMUDRA #20 Selasa, 5 Juni 2018 Pukul 16.30 – 17.30 WIB Ust. Fauzi Adhim “Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia” Notulensi oleh Cindy Nurmala MATERI Kita memiliki tanggung...
Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah
KABUMA #17 Sabtu, 2 Juni 2018 16.00 s.d. 17.15 Dr. Tiar Anwar Bachtiar “Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah” Notulis oleh Amania Ittaqo...
Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam
KABUMA #16 Jum’at, 1 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Ir. Adiwarman Azwar Karim, S.EE., M.B.A., M.A.E.P. “Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari...
Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam
KABUMA #15 Kamis, 31 Mei 2018 15.45 s.d. 17.15 Dr. Susanto, M.A. “Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam” Notulis oleh Dwi Ratnaningtyas MATERI Kenapa anak butuh kreatif? Apakah ada permasalahan...


WhatsApp chat