SEKILAS INFO
  • 4 bulan yang lalu - KETENTUAN PESERTA NASYID DAN MTQ (MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN) FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM RAMADHAN DI KAMPUS 1439 H UNIVERSITAS GADJAH MADA (cek dibagian pengumuman)
  • 4 bulan yang lalu - PENGUMUMAN LOLOS ABSTRAK LOMBA KARYA TULIS AL-QURAN FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM (cek dibagian pengumuman)
  • 6 bulan yang lalu - Pengumuman panitia Ramadhan di Kampus UGM 1439H sudah tersedia, silahkan cek di laman pengumuman kami atau buka ugm.id/panitiardk39
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Rabu, 15 08 2018 Agustus 2018 >

IMSYAK 04:01
SUBUH 04:15
DZUHUR 11:46
ASHAR 15:06
MAGHRIB 17:56
ISYA 18:55
Diterbitkan :
Kategori : Update

KABUMA #17
Sabtu, 2 Juni 2018
16.00 s.d. 17.15
Dr. Tiar Anwar Bachtiar
“Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah”
Notulis oleh Amania Ittaqo

Materi

Makna peradaban menurut beberapa ahli, peradaban adalah kebudayaan yang telah mencapai taraf perkembangan teknologi yang tinggi (Arnold J. Toynbee). Pendapat lain, peradaaban adalah kebudayaan yang telah mencapai taraf tinggi dan kompleks (Oswald Spengler).
Jika kita lihat, manusia menjadi subjek utama. Allah SWT menyebut dalam Al-Quran, makhluk istimewa yang diciptakan di muka bumi ini adalah manusia. Allah juga menyebut dengan sebutan bani adam karena manusia yang pertama kali hadir di muka bumi adalah adam. Jarak kita dengan nabi adam sekitar 10.000 tahun. Sebelum manusia diciptakan, banyak makhluk yang telah diciptakan oleh Allah. Rencana Allah untuk menciptakan manusia adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi.
Malaikat dan jin telah mengetahui sifat dari manusia dan manusia tersebut dapat menimbulkan kerusakan di muka bumi ini. Rusaknya di lautan dan daratan berasal dari manusia. Kalau binatang saling membunuh, itu adalah siklus hidupnya atau kebutuhan tubuhnya. Berbeda jika pembunuhan dilakukan oleh manusia. Manusia membunuh bukan untuk memenuhi siklus hidupnya tapi memang untuk menumpahkan darah. Keistimewaan lain dari manusia adalah memiiki akal. Ketika manusia menyentuh sesuatu dan diubah atau create oleh manusia, itulah yang disebut kebudayaan.
Dari kebudayaan yang telah diciptakan manusia, itulah yang akan disebut dengan peradaban. Produk-produk manusia akan berbicara peradaban. Kebudayaan sangat banyak, maka yang diberbincangkan adalah kebudayaan yang sudah pada taraf civilization atau peradaban (rumit dan kompleks). Taraf berfikirnya tidak sederhana dan melibatkan ilmu pengetahuan. Ciri tingginya peradaban adalah ilmu pengetahuannya tinggi atau maju. Tidak bisa disebutkan suatu komunitas memiliki peradaban yang tinggi tanpa ada ilmu di belakangnya.
1. Gagasan, ide, hasil pemikiran
2. Sistem sosial berupa tata karma, gotong royong, kesetiaan, kepahlawanan, keselarasan, demokrasi, dan sebagainya.
3. Wujud budaya yang konkret seperti benda-benda, bangunan, dll.

Peradaban tidak hanya berwujud benda konkrit, tetapi juga sistem. Pembahasannya akan luas untuk menciptakan sistem tersebut. Contoh, pernikahan. Pernikahan memiliki hal kompleks dan berasal dari peradaban Islam. Bahkan sampai ada kitab yang membicarakan pernikahan. Pernikahan menjadi sarana untuk membangun peradaban. Di dalam Islam, ilmu pernikahan adalah tolak ukur dalam perkembangan ilmu suatu peradaban.
Peradaban Islam sejak kapan berkembang? Peradaban Islam punya karakter berupa kreativitas manusia muslim dalam menciptakan kebudayaan yang luhur dalam rangka memakmurkan bumi dan tantangan alam juga kemanusiaan yang dasarnya adalah ketundukan dan kepasrahan pada aturan-aturan Allah Swt. Peradaban terbaik terletak pada masa peradaban Rasulullah SAW. Rasulullah telah mengembangkan salah satu kota yang disebut Yatsrib dan berubah namanya menjadi Madinah.
Berbeda dengan sekarang, peradaban tentang perilaku justru semakin primitif. Pada jaman Rasulullah, pakaian diubah menjadi tertutup. Jaman sekarang justru sangat dimbar. Kalau manusia semakin terbuka pakaiannya mencermikan semakin primitif perilakunya. Gagasan fashion saat ini mengungkapkan manusia telah memiliki fashion itu sendiri sehingga ketika ada bagian tubuh yang diperlihatkan, itulah fashion. Hal tersebut menunjukkan adanya perilaku kembali ke primitif. Sejak awal, peradaban Islam tidak bisa lepas dari kehidupan Islam. Tokoh-tokoh peradaban Islam yaitu Ibnu Rusydi, Ibnu Sina; dari timur tengah, Khawarizmi; dari Baghdad, terdapat Imam Syafi’I, dan ulama-ulama lain. Pada zaman bani abbasiyah, banyak tokoh-tokoh yang hadir, seperti ulama-ulama yang mengembangkan ilmu hadits, ilmu fiqih, dan ilmu-ilmu lainnya. Zaman tersebut menunjukkan adanya penyerapan peradaban Islam sesuai jamannya. Kalau kita lihat grafiknya, peradaban Islam sebenarnya semakin naik walaupun pada abad 19 dan 20 terlihat adanya penurunan peradaban dari politik. Tapi peradaban eropa yang menyaingi peradaban Islam cenderung berisi fisik dan materialistik. Peradaban cenderung diabaikan dan dipinggirkan. Ini yang tidak dipahami oleh masyarakat barat. Kalau kita ingin mengembangkan peradaban di masa sekarang ini, lihat warisan ilmu dan mengutamakan ketundukan dan kepasrahan pada aturan-aturan Allah SWT.
Pertanian, dituliskan di bahasa Andalusia (spanyol) dituliskan pada kitab Al-Fillaha. Ada falsafah pertanian yang sudah dipikirkan dan dikembangkan dalam teknologi pertanian. Buku tersebut sudah diterjemahkan dalam bahasa inggris namun ada konsep-konsep yang sulit dijelaskan. Sopisfikasi tentang pertanian di Indonesia sangat rendah. Belum ada pendalaman tentang falsafah pertanian, lebih banyak ke teknis. Jadi, diperlukan pemikiran peradaban dahulu baru ditarik manfaatnya ke dalam teknis.
Peradaban pasti melibatkan pemikiran manusia. Pemikiran merupakan alat utama dalam perkembangan manusia. Tentu saja, ketika pemikiran ini terlibat, maka ilmu pengetahuan akan ikut di dalamnya. Pemikiran-pemikiran peradaban perlu didasarkan pada ketaatan pada Allah agar terhindar dari konsep sekuleristik. Dapat kita ambil dari perkembangan peradaban pada masa bani abbasiyah.

TANYA JAWAB
1) Fulan
Apakah di Indonesia atau di dunia saat ini sudah bisa disebut peradaban Islam atau Muslim yang saat ini cenderung melibatkan syariat-syariat ritual saja? Lalu, bagaimana tindak lanjutnya?
Jawab:
Bisa sebagian dikatakan ya. Ada pada masa imperialism yang menyebabkan pelannya perkembangan peradaban Islam saat ini. Belum terlihat jelas peradaban Islam. Contohnya, ekonomi kapitalisme sudah berada pada gelombang keempat, namun ekonomi islan baru masuk pada level kedua. Ekonomi Islam baru mewujudkan bentuknya. Ada keterlambatan respon tentang syariat sebagai dasar perkembangan ilmu pengetahuan. Walaupun lambat, hal tersebut sudah ada wujudnya. Contoh lain mengenai politik, Indonesia telah mengadopsi pancasila sebagai dasar negara yang memberi ruang agama untuk bercampur dengan politik. Padahal politik saat ini cenderung sekuler.
2) Cahyo
Seperti kita lihat di budaya Jawa memiliki filosofinya, apakah sama dengan jaman bani abbasiyah?
Jawab
Dulu Jawa ini adalah peradaban di Asia Tenggara. Dan memang, ketika digali warisan ilmu pengetahuannya berbasis bahasa Jawa. Peradaban ini muncul ke permukaan saat bertemu dengan Islam. Filosofi-filosofi Jawa bisa diasumsikan merupakan peradaban Islam yang diadaptasi pada kebudayaan Jawa. Islamisasi Jawa inilah yang disebut peradaban Jawa. Karakter kebudayaan Jawa adalah Islam yaitu memanfaatkan wahyu Allah menjadi perkembangan peradaban Jawa. Sekarang, peradaban Jawa mengalami proses sekulerisasi. Coba kita fikirkan lagi peradaban Jawa dan gali lagi. Inilah yang perlu dipahami dalam perkembangan peradaban Islam.

SebelumnyaEkonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam SesudahnyaPositive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia
Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi
  KABUMA #18 Minggu, 03 Juni 2018 Pukul 15.45 – 17.30 WIB Habiburrahman El-Shirazy, Lc., M.A., Pg.D “Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi” Notulis oleh Hanifah Makarim  ...
Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia
KABUMA #19 Senin, 4 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Dr. Nur Azid Mahardinata “Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari Pembukaan: Gambaran mengenai bioetika dimulai...
Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia
SAMUDRA #20 Selasa, 5 Juni 2018 Pukul 16.30 – 17.30 WIB Ust. Fauzi Adhim “Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia” Notulensi oleh Cindy Nurmala MATERI Kita memiliki tanggung...
Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah
KABUMA #17 Sabtu, 2 Juni 2018 16.00 s.d. 17.15 Dr. Tiar Anwar Bachtiar “Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah” Notulis oleh Amania Ittaqo...
Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam
KABUMA #16 Jum’at, 1 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Ir. Adiwarman Azwar Karim, S.EE., M.B.A., M.A.E.P. “Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari...
Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam
KABUMA #15 Kamis, 31 Mei 2018 15.45 s.d. 17.15 Dr. Susanto, M.A. “Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam” Notulis oleh Dwi Ratnaningtyas MATERI Kenapa anak butuh kreatif? Apakah ada permasalahan...


WhatsApp chat