SEKILAS INFO
  • 2 bulan yang lalu - KETENTUAN PESERTA NASYID DAN MTQ (MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN) FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM RAMADHAN DI KAMPUS 1439 H UNIVERSITAS GADJAH MADA (cek dibagian pengumuman)
  • 2 bulan yang lalu - PENGUMUMAN LOLOS ABSTRAK LOMBA KARYA TULIS AL-QURAN FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM (cek dibagian pengumuman)
  • 3 bulan yang lalu - Pengumuman panitia Ramadhan di Kampus UGM 1439H sudah tersedia, silahkan cek di laman pengumuman kami atau buka ugm.id/panitiardk39
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Senin, 28 05 2018 Mei 2018 >

IMSYAK 04:02
SUBUH 04:16
DZUHUR 11:46
ASHAR 15:06
MAGHRIB 17:56
ISYA 18:56
Diterbitkan :
Kategori : Lentera Islam / Samudra (Safari Ilmu di Bulan Ramadhan) / Update / Wawasan tentang Ramadhan
Komentar : 0 komentar

“Empty your stomach to feed your soul”

Puasa adalah menahan sesuatu yang bisa membatalkan puasa disertai niat untuk berpuasa dari terbit fajar sampai tenggelam matahari (maghrib). Kenapa sih puasa itu dilakukan selama 30 hari? berikut adalah ulasannya :

Pada awalnya, Allah menciptakan akal, kemudian Allah memerintahkan kepada akal untuk tunduk kepada Allah, kemudian akal tunduk. Allah memerintahkan kepada akal untuk berpaling dari-Nya, lalu akal berpaling dari-Nya. Kemudian Allah bertanya kepada akal, ” Wahai akal, siapakah aku dan siapakah kamu? ” akal menjawab ” Engkau adalah tuhanku dan aku hanyalah hambamu yang lemah “. Kemudian Allah bersabda, “Wahai akal, Aku tidak menciptakan sesuatu yang lebih mulia daripada dirimu”.

Tak lama kemudian, Allah menciptakan nafsu. Allah memerintahkan kepada nafsu untuk tunduk kepada Allah namun nafsu tidak mengikuti perintahnya, kemudian Allah bertanya kepada nafsu, ” Wahai nafsu, siapakah aku dan siapakah kamu? ” nafsu menjawab ” Aku adalah aku dan engkau adalah engkau “. Kemudian Allah menyiksanya di neraka selama 100 tahun dan Allah menanyakan lagi ” Siapakah aku dan siapakah kamu? ” dan nafsu tetap menjawab seperti dulu. Lalu, Allah menyiksa nafsu kedalam neraka kelaparan selama 100 tahun, kemudian Allah bertanya lagi kepada nafsu, ” Wahai nafsu, siapakah aku dan siapakah kamu? ” barulah nafsu menjawab, ” Engkaulah tuhanku dan aku hanyalah hambamu yang lemah “. Nah, dari kisah ini maka Allah memerintahkan kita untuk berpuasa.

Lalu, mengapa puasa dilaksanakan selama 30 hari? dahulu, ketika nabi adam dan hawa berada di surga dan mereka melanggar aturan Allah dengan memakan buah khuldi, buah khuldi tersebut tetap berada di tenggorokan mereka selama 30 hari, kemudian Allah memerintahkan beliau untuk bertaubat kemudian berpuasa selama 30 hari.

Sesungguhnya kenikmatan-kenikmatan yang ada di dunia adalah penghalang bagi manusia untuk mengingat Allah. Oleh karena itu, diwajibkan bagi umat Nabi Muhammad SAW untuk berpuasa di siang hari dan diperbolehkan makan dan minum di malam hari dan itu merupakan anugrah dan kemuliaan bagi kita.

SebelumnyaPembebasan Al-Haram, Mekkah SesudahnyaJangan Sia-Siakan Ramadhanmu, Wahai Mahasiswa!
Islam dan Modernitas
KABUMA #8 Kamis, 24 Mei 2018 15.45 s.d. 17.15 Achmad Munjid, Ph.D. “Islam dan Modernitas” Notulis oleh Amania Ittaqo MATERI Islam dan modernitas merupakan tema yang selalu relevan bagi kita...
Adab dan Aplikasinya di Perguruan Tinggi
KABUMA #7 Rabu, 23 Mei 2018 Pukul 15.45 – 17.30 WIB Dr. Muhammad Ardiansyah, M.Pd.I “Adab dan Aplikasinya di Perguruan Tinggi” Notulis oleh Hanifah Makarim   MATERI Adab dalam bahasa...
Pemuda Cerdas Pembangun Masa Depan Bangsa
KABUMA #6 Selasa, 22 Mei 2018 Jam 16.03-17.20 Ustadz. Rizal Fadli Nurhadi (Abu Takeru) “Pemuda Cerdas Pembangun Masa Depan Bangsa” Notulis oleh Dwi Ratnaningtyas MATERI Apa definisi pemuda secara islam?...
How to be Great Author ?
KABUMA #5 Senin, 21 Mei 2018 16.00—17.15 Ustadz Yusuf Maulana “How to be Great Author?” Notulis oleh Kamila Munna MATERI Seringkali posisi peserta didik di negara-negara Islam tertinggal. Kondisi saat...
Peran Penting Adab dalam Dunia Pendidikan
  Kajian Buka Bersama #4 Minggu, 20 Mei 2018 15.50 WIB sampai dengan 17.15 WIB Dr. Adian Husaini “Peran Penting Adab dalam Dunia Pendidikan” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari “Kita...
[RILIS: Melawan Ketakutan yang Berlebihan: Tentang JS, RDK, dan Masjid Kampus UGM]
RILIS Melawan Ketakutan yang Berlebihan: Tentang JS, RDK, dan Masjid Kampus UGM   Oleh: Kiki Dwi Setiabudi Ketua Jama’ah Shalahuddin 1439 H Co-Author: Kastrat JAMA’AH SHALAHUDDIN       Melawan...


TINGGALKAN KOMENTAR

WhatsApp chat