Kebangkitan Pemuda, Kebangkitan Indonesia

Masjid Kampus UGM – Dialog Tokoh yang berlangsung pada (14/06/2017) diisi oleh Anis Rasyid Baswedan Ph.D  selaku Gubernur DKI Jakarta terpilih 2017-2022. Beliau membahas tentang peran pemuda sebagai ujung tombak dalam kebangkitan bangsa Indonesia kedepannya.

Dalam acara yang mengusung tema “Kebangkitan Pemuda, Kebangkitan Indonesia” beliau menekankan bahwa tanggal 20 Mei yang dikatakan sebagai hari Kebangkitan Nasional itu awalnya tidak menyadari akan menjadi catatan sejarah, mereka hanya meyakini tentang bagaimana membuat sebuah organisasi dan fokus terhadap organisasi yang mereka geluti tersebut, yang akhirnya menggerakkan pemuda-pemuda Indonesia untuk bangkit dan bersatu dalam menjalani organisasi yang mereka dirikan.

Hal ini merupakan sebuah peranan penting pemuda dalam mempersatukan dan membangkitkan semangat nasionalis di Indonesia, beliau juga mengakatan bahwasannya “Jika yang dibicarakan pada anda adalah masa lalu maka anda sudah tua, tetapi jika yang dibicarakan pada anda adalah masa depan maka anda masih muda.”

Beliau juga menyampaikan tentang revoulusi industri yang telah mengalami 3 kali masa revolusi dengan rincian bahwa revolusi pertama yaitu masa dimana Air dan Uap digunakan sebagai untuk memproduksi, kemudia revolusi indostri kedua menggunakan Listrik sebagai sumber tenaga untuk memproduksi dan yang ketiga menggunakan 2 hal, yaitu Elektronik dan Informatika.

“Dalam menumbuhkan semangat pemuda dibutuhkan tiga pondasi besar yakni Karakter, Literasi dan Kompetensi.” Ujar beliau saat menyampaikan materinya dalam Dialog Tokoh Ramadhan di Kampus UGM.

Dalam mmbentuk karakter dibagi menjadi dua bagian, pertama karakter moral dan karakter dalam kinerja. Hal-hal tersebut mencakup dalam perilaku seseorang seperti kedisiplinan, kejujuran serta konsisten dalam mengerjakan suatu hal. Beliau juga menyampaikan mengenai Literasi yang mencakup dalam baca tulis, menghitung angka, sains literasi dan sosial literasi.

Beliau juga berpesan “Sering-seringlah mengarang, karena dengan mengarang dapat membentuk imajinasi dan imajinasi dapat membentuk suatu negeri.” Karna orang dulu yang merumuskan Indonesia memili macam-macam imajinasi tentang negeri kita, tetapi mereka memiliki tujuan imajinasi yang sama yaitu Indonesia, dan orang Indonesia memiliki lebih dari 742 bahasa dan bersepakat untuk menggunakan satu bahasa yaitu Indonesia. “Maka sering-seringlah berimajinasi dan berinovasi, karena orang yang memiliki gagasan Otentik atau memiliki ciri khas tersendiri, dialah yang akan memimpin dimasa depan.” (Khun/RDKUGM)

Bagikan: