Jangan Mau Digoda Iblis Selama Bulan Ramadhan

“Sayang, kamu kenapa sih cinta sama aku?” – Muhammad Ronaldo.

Hujan bukanlah penghalang untuk menuntut ilmu! Itulah semangat para penuntut ilmu yang datang pada Samudra spesial 08 Juni 2017. Dengan angin berhembus pelan, mahasiswa maupun orang-orang dewasa dan anak kecil yang mengikuti kajian Samudra hari ini berkumpul di Segi Delapan Masjid Kampus UGM. Tema yang diangkat adalah “Pemuda dan Godaan di Bulan Ramadhan”. Kajian kali ini dibuka oleh dua orang mc yang menarik dan juga pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang merdu.

Kajian hari ini begitu spesial karena terdapat penampilan hiburan dari stand up comedian dari UGM, yaitu Ade Indra dan Muhammad Ronaldo. Inti acara diawali oleh penampilan Ade Indra yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik UGM, tepatnya mahasiswa prodi Teknik Elektro. Materi yang dibawakan tetap berbobot dan juga lucu. Mengangkat hal-hal yang populer di kalangan remaja, seperti fenomena snapgram atau storygram yang menjamur di kalangan anak muda saat ini. Ade Indra menyebutkan bahwa kalangan remaja saat ini sangat mementingkan status sosial mereka. Remaja saat ini lebih takut untuk kehabisan paket data daripada kehabisan uang karena infaq setiap hari. Materi yang ia bawakan tetap berbobot, namun juga ringan, sehingga orang-orang yang datang tetap terhibur, namun tidak meninggalkan sisi edukasinya.

Acara selanjutnya adalah penampilan hiburan dari Muhammad Ronaldo dari prodi ELINS UGM angkatan 2015. Tema yang diangkat tetap dengan tema pemuda. Kata-kata yang ia ucapkan pertama kali adalah “Aku kecewa dengan remaja saat ini.” Ia pun menggambarkan bagaimana kecewanya ia terhadap pemuda saat ini, diselingi dengan lelucon-lelucon yang sangat erat kaitannya dengan anak muda. Ia juga memberikan contoh salah satu godaan di bulan Ramadhan, yaitu pacaran.

Setelah dihibur dengan dua stand up comedian tadi, peserta kajian Samudra mendapatkan materi inti dari pemenang Lomba Da’I Muda RDK 1438 H, yaitu Farrel Izham Prayitno dan Randi Isima. Materi pertama diberikan oleh juara kedua dari lomba ini, yaitu Randi Isima. Randi menjelaskan bahwa di bulan Ramadhan ini segala amal perbuatan kita dilipatgandakan oleh Allah swt. Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan bahwa amalan sunah apabila dikerjakan di bulan Ramadhan akan dinilai seperti amalan wajib, sedangkan apabila amalan wajib dilakukan di bulan Ramadhan maka akan diberi pahala sebanyak 70 kali lipatnya.

Salah satu dari amalan yang bisa dilakukan adalah shalat tarawih. Memang terjadi banyak perdebatan mengenai pelaksanaan salah satu shalat sunah ini. Seperti apakah delapan atau 20 rakaat, atau apakah boleh dilakukan di rumah atau harus di masjid. Tetapi perbedaan tersebut memang sengaja dilakukan Rasulullah yang tujuannya adalah agar tidak memberatkan umat Islam dengan dijadikannya ibadah ini sebagai ibadah wajib.

Amalan yang kedua adalah sedekah. Begitu banyak orang yang mudah melangkahkan kakinya ke suatu hal, namun untuk beribadah kepda Allah, ia enggan. Sedekah merupakan hal yang lebih kuat dari gunung, besi, api, air, dan angina. Namun sedekah yang lebih kuat dari segalanya ini adalah sedekah yg dilakukan dengan keikhlasan dengan tangan kanannya hingga tangan kiri tidak diketahui. Hal tersebut tidak berarti scara harfiah, jadi kita menyembunyikan tangan kiri kita di balik badan saat bersedekah. Namun artinya dengan penuh keikhlasan.

Materi terakhir diberikan oleh sang juara pertama, yaitu Farrel Izham Prayitno. Dia mengatakan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang memiliki banyak keutamaan. Salah satunya yaitu bulan diturunkannya Al-Qur’an. Terdapat sebuah hadis yang berbunyi, “Barangsiapa melakukan amalan di bulan Ramadhan, maka dosa-dosa yang sebelumnya akan diampuni.” Namun masih ada keterangan yang mengekor di belakangnya, yaitu “Ibadah dilakukan dengan keyakinan bahwa pahala akan diberikan oleh Allah swt.” Dengan kata lain, amalan-amalan di bulan Ramadhan akan menghapus dosa-dosa kita sebelumnya jika kita melakukannya dengan penuh ikhlas karena Allah.

Di bulan Ramadhan juga terdapat berbagai macam ujian, salah satunya berperang terhadap hawa nafsu. Tidak sedikit dari kita yang hanya tidak makan dan minum, namun rusak puasa kita karena hal-hal yang kita lakukan, contohnya menonton hal-hal yang tidak baik, bergunjing, dan masih banyak lagi. Memang, apabila kita telah terjebak dalam nafsu, maka akan susah untuk keluar darinya. Namun kita bisa untuk keluar. Bagaimanakah caranya? Yaitu dengan meyakini bahwa Allah itu ada.

Samudra spesial pun ditutup tanpa ada pertanyaan karena waktu yang mendekati berbuka puasa. Peserta pun segera mengambil makan dan berbuka puasa bersama ketika adzan maghrib berkumandang.

Bagikan: