Jalan Menuju Surga

“Dalam Islam, ilmu dibagi menjadi beberapa bagian. Berdasarkan sumber, cakupan kegiatan dan prinsipnya ilmu dapat dikategorikan menjadi tiga.” (Ridwan Hamidi)

Kamis, 16 Juni 2016 pukul 16.10 hingga 17.20 WIB bertempat di Ruang Utama Masjid Kampus UGM telah diselenggarakan SAMUDRA (Safari Ilmu di Bulan Ramadhan) yang bekerjasama dengan Al Madina. Tema kajian pada hari ini adalah Konsep Ilmu dalam Islam yang disampaikan oleh Ustadz Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I., M.A, ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia. Acara dipandu oleh Azzam, mahasiswa Fakultas Geografi UGM. Sebagai pembuka acara, Hakiki seorang Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian melatunkan ayat suci Al Quran.

Berdasarkan pendapat salah satu ulama, Imam Abdi Rabbih, ilmu adalah megetahui segala sesuatu sebagaimana adanya. Pendapat serupa juga dituturkan oleh Imam Ghazali, ilmu mencakup segala hal yang ada di alam semesta. Jika ilmu sudah dimaknai sebagai segala sesuatu sebagaimana adanya maka masing-masing ilmu seharusnya ada metodologinya. Adanya klasifikasi dalam ilmu hanya untuk mempermudah.

Dalam Islam, ilmu dibagi menjadi beberapa bagian. Berdasarkan sumber, cakupan kegiatan dan prinsipnya ilmu dapat dikategorikan menjadi tiga. Pertama, ilmu dengan prinsip dan masalah yang tidak berkembang contohnya adalah Akidah atau Usuludin. Kedua, prinsip bersifat statis dengan masalah yang terus berkembang, contohnya adalah fikih. Ilmu fikih merupakan ilmu yang digunakan untuk mengkaji permasalahan yang muncul. Kehadiran ulama atau ustadz saat ini sangat dibutuhkan untuk membantu permasalahan fikih. Hal tersebut didorong oleh kemajuan teknologi dengan konten yang terkadang meragukan dan memunculkan masalah karena yang mengolah belum tentu ahli dalam bidang fikih salah satunya. Ketiga yaitu ilmu dengan prinsip dan masalah yang berkembang.

Sebagai seorang muslim kita dapat menerapkan konsep ilmu dalam Islam. terdapat dua kategori yang dapat kita pilih agar dapat mempelajari ilmu dalam Islam. Pertama, secara khusus mendalami ilmu agama. Jika seseorang ingin mendalami ilmu secara khusus diperlukamn beberapa persyaratan. Persyaratan tersebut dapat berupa penguasaaan ayat-ayat Al Quran, penguasaaan hadits, dan penguasaan Bahasa Arab. Kedua, secara umum dalam mempelajari ilmu dalam Islam maka diperlukan standarisasi dan spesialisasi. Standarisasi dapat berkaitan dengan yang akan diyakini dan dikerjakan, contohnya belajar sholat menjadi wajib karena menunaikan sholat adalah suatu kewajiban bagi muslim. Spesialisasi yang dimaksudkan berkaitan dengan ilmu yang dipelajari saat ini. Contohnya seorang mahasiswa sedang menempuh pendidikan di Fakultas Teknik, maka Konsep ilmu dalam Islam dapat diterapkan ketika mempelajari ilmu tersebut.

Bagikan: