SEKILAS INFO
  • 8 bulan yang lalu - KETENTUAN PESERTA NASYID DAN MTQ (MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN) FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM RAMADHAN DI KAMPUS 1439 H UNIVERSITAS GADJAH MADA (cek dibagian pengumuman)
  • 8 bulan yang lalu - PENGUMUMAN LOLOS ABSTRAK LOMBA KARYA TULIS AL-QURAN FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM (cek dibagian pengumuman)
  • 10 bulan yang lalu - Pengumuman panitia Ramadhan di Kampus UGM 1439H sudah tersedia, silahkan cek di laman pengumuman kami atau buka ugm.id/panitiardk39
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Sabtu, 15 12 2018 Desember 2018 >

IMSYAK 04:01
SUBUH 04:15
DZUHUR 11:46
ASHAR 15:06
MAGHRIB 17:56
ISYA 18:55
Diterbitkan :
Kategori : Update

Distorsi Sejarah Islam

Penyebab

  • Distorsi ini pada masa awal penulisan sejarah Islam terutama dilakukan oleh Syi’ah dengan menyebutkan riwayat-riwayat dusta
  • Distorsi pada masa sekarang terutama dipengaruhi kuatnya hegemoni orientalisme

 

Saran agar tidak terjadi distorsi

  1. Kaum Muslim kembali kepada agamanya secara kaffah terutama dengan mengimplementasikan tauhid.
  2. Studi Sejarah Islam yang orisinil dan murni baik secara kuantitas atau kualitasnya perlu digiatkan.
  3. Studi yang lebih intensif tentang sejarah dalam dua masa ini dengan metode yang orisinil.
  4. Studi lanjutan yang orisinil terhadap distorsi dalam fase sejarah Islam yang lain (contoh: sejarah masa Daulah Abbasiyah).
  5. Perbaikan buku pegangan anak didik dalam pendidikan Islam di semua jenjang, juga buku ajar sejarah Islam.

 

Distorsi dalam bidang keilmuan

Kebanyakan ilmuwan Muslim berkembang ketika Zaman Kegelapan mencengkeram Barat pada abad pertengahan. Setelah masa renaissance, kebangkitan kembali peradaban barat, banyak ilmuwan yang mengambil keuntungan dari hak paten.

 

Berbeda dengan ilmuwan lain, para ilmuwan muslim menjadikan Alquran dan sunnah sebagai sumber utama dalam mengembangkan ilmu-ilmu mereka.

 

Pada masa lalu, berdasarkan ajaran Islam, bahwa jika seseorang menemukan alat atau apapun yang belum ada manusia yang menciptakannya, maka wajiblah baginya untuk menyebarkan hasil temuannya itu agar manusia dapat mempermudah pekerjaannya dan menjadikan mereka semakin bersyukur kepada Allah. Mereka tidak menuntut satu apapun, termasuk “hak paten” atau “upeti” lainnya akibat temuannya tersebut.

Dan dari orang-orang Baratlah ilmu-ilmu itu kemudian dicuri, lalu dipatenkan atas nama mereka masing-masing untuk mencari keuntungan. Banyak sekali penemuan-penemuan dari kebudayaan Islam yang tak tercatat sejarah. Salah satu ciri yang dapat diperhatikan pada para tokoh ilmuwan Muslim ialah mereka tidak sekedar dapat menguasai ilmu tersebut pada usia yang muda, tetapi mereka juga menguasai keilmuwan tersebut dalam masa yang singkat dan dapat menguasai beberapa bidang ilmu secara bersamaan.

 

Kenapa para Ilmuwan Muslim tidak terkenal?

Para ilmuwan Muslim adalah penelaah ilmu terapan. Dasar dari penelitian ilmuan muslim adalah terjemahan kitab-kitab Yunani ke Bahasa Latin kemudian ke Bahasa Arab, yang kemudian kembali ke ilmuan-ilmuan eropa melalui proses renaisans. Namun ada beberapa ilmuwan muslim yang cukup ternama, seperti Muhammad Al-Khawarizmi (namanya diabadikan menjadi algorithm, salah satu cabang ilmu matematika), Ibnu Sina (Avicenna), Ibnu Rusyd (Averroes), Al-Farabi (Abunaser), Ibnu Haitsam (Alhacen), Ibnu Hayyan (Geber), Al-Kindi (Alkindus), dan Al-Idrisi (Dreses).

 

Distorsi Sejarah karena Fitnah Penjajah Pada Umat Islam Di Indonesia

Dengan sengaja, sejarawan Belanda pada masa pemerintah kolonial Belanda membuat periodisasi sejarah Indonesia, dengan memundurkan waktu masuknya agama Islam berada jauh di belakang atau sesudah keruntuhan kekuasaan politik Hindu.

Islam masuk ke Indonesia dengan damai melalui jalur perdagangan, sehingga membentuk watak dan karakter masyarakat dengan nilai-nilai Islam. saat ini, muncul anggapan bahwa orang-orang Islam menyebarkan agamanya dengan cara radikal sehingga merusak karakter dasar masyarakat Indonesia, yang santun-beradab dan kemudian Islam kemudian dituduh sebagai agama yang memecah belah masyarakat dan membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Konsekuensi pemutarbalikan sejarah Islam di Indonesia:

  1. Islam masuk di Indonesia bukan Islam yang murni, tetapi Islam yang telah bercampur dengan tradisi dan budaya Artinya, tradisi dan budaya menjadi tolak ukur dan Islam harus menyesuaikan atau memperhatikannya. Tradisi atau budaya akan lebih diutamakan dan Islam dianggap sebagai ancaman tradisi lokal sehingga harus disingkirkan bila bertentangan dengan tradisi masyarakat.
  2. Islam masuk di Indonesia dengan jalan peperangan, dibuktikan dengan jatuh dan runtuhnya kerajaan Hindu Majapahit yang diserang oleh kerajaan Islam Demak. Padahal jatuhnya kerajaan Majapahit itu karena serangan dari kerajaan Kediri yang membalaskan amarah dendamnya karena pendiri Majapahit dulu pernah menyerang kerajaan Kediri hingga kalah.

Pemutarbalikan sejarah saat ini juga berlangsung, dimana ulama dan tokoh Islam dianggap sebagai ancaman negara dan perusak NKRI, sehingga mereka harus ditangkap dan dipenjarakan dengan berbagai rekayasa jahat sebagai bentuk distorsi sejarah sebagai warisan yang diemban penjajah.

Sumber:

http://fokusislam.com/6976-distorsi-sejarah-dan-fitnah-kaum-penjajah-umat-islam.html

Luthfi Romdhon dan Andri Permana. 2016. Distorsi sejarah islam pada masa khulafa ar rasyidin dan daulah umayyah. Jurnal Studi Islam, Vol. 17, No. 2,: 59-71

 

https://www.dakwatuna.com/2017/11/27/89565/ilmuan-muslim-yang-terlupakan/#axzz5BjBCTIgl

 

http://repelateam.blogspot.co.id/2015/03/ilmuwan-muslim-yang-disembunyikan-oleh.html

SebelumnyaKabar Ramadhan - Bagaimana Jurusanku Berperan ? SesudahnyaDILARANG PACARAN" dan Tips Memiliki Kecantikan Muslimah yang Sebenarnya
Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi
  KABUMA #18 Minggu, 03 Juni 2018 Pukul 15.45 – 17.30 WIB Habiburrahman El-Shirazy, Lc., M.A., Pg.D “Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi” Notulis oleh Hanifah Makarim  ...
Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia
KABUMA #19 Senin, 4 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Dr. Nur Azid Mahardinata “Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari Pembukaan: Gambaran mengenai bioetika dimulai...
Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia
SAMUDRA #20 Selasa, 5 Juni 2018 Pukul 16.30 – 17.30 WIB Ust. Fauzi Adhim “Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia” Notulensi oleh Cindy Nurmala MATERI Kita memiliki tanggung...
Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah
KABUMA #17 Sabtu, 2 Juni 2018 16.00 s.d. 17.15 Dr. Tiar Anwar Bachtiar “Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah” Notulis oleh Amania Ittaqo...
Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam
KABUMA #16 Jum’at, 1 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Ir. Adiwarman Azwar Karim, S.EE., M.B.A., M.A.E.P. “Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari...
Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam
KABUMA #15 Kamis, 31 Mei 2018 15.45 s.d. 17.15 Dr. Susanto, M.A. “Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam” Notulis oleh Dwi Ratnaningtyas MATERI Kenapa anak butuh kreatif? Apakah ada permasalahan...


WhatsApp chat