SEKILAS INFO
  • 7 bulan yang lalu - KETENTUAN PESERTA NASYID DAN MTQ (MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN) FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM RAMADHAN DI KAMPUS 1439 H UNIVERSITAS GADJAH MADA (cek dibagian pengumuman)
  • 7 bulan yang lalu - PENGUMUMAN LOLOS ABSTRAK LOMBA KARYA TULIS AL-QURAN FESTIVAL CENDEKIA MUSLIM (cek dibagian pengumuman)
  • 9 bulan yang lalu - Pengumuman panitia Ramadhan di Kampus UGM 1439H sudah tersedia, silahkan cek di laman pengumuman kami atau buka ugm.id/panitiardk39
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Sabtu, 17 11 2018 November 2018 >

IMSYAK 04:02
SUBUH 04:16
DZUHUR 11:45
ASHAR 15:05
MAGHRIB 17:57
ISYA 18:55
Diterbitkan :
Kategori : Update

KABUMA #16
Jum’at, 1 Juni 2018
16.57 WIB s.d 17.28 WIB
Ir. Adiwarman Azwar Karim, S.EE., M.B.A., M.A.E.P.
“Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam”
Notulis oleh Latifa Sakti Bintari

Materi

Pada pondasi umat Islam, membicarakan 5 bagian dari sisi Islam. Di dalam agama Islam, terdapat 3 kelompok ilmu, diantaranya aqidah, syariah, dan akhlaq. Aqidah persoalannya bukan tentang halal dan haram akan tetap mengenai kepercayaan. Suatu keadaan dimana adanya percaya dinamakan iman, tidak percaya disebut kafir, pura-pura percaya dinamakan munafik, dan keluar dari agama Islam dikenal sebagai murtad. Kelompok kedua berkaitan tentang hal mana yang boleh dan hal mana yang tidak boleh dilakukan yang mana disebut sebagai syariah. Syariah berbicara tentang halal dan haram. Sedangkan kelompok ilmu ketiga yaitu akhlaq yang persoalannya membahas tentang bagaimana cara yang lebih baiknya dan menghindari keburukan.
Pada bagian kedua membahas mengenai cara membedakan syariah dan fiqh. Syariah berarti ketentuan apa yang sudah ada didalam Al Qur’an dan hadits sedangkan fiqh berbeda dengan syariah. Fiqh merupakan tafsiran ulama tentang syariah. Sehingga tafsiran fiqh tak jarang menghasilkan perbedaan pendapat. Fiqh tergantung pada waktu, kondisi dan tempat ulama menentukannya. Sehingga dalam fiqh beda pendapat itu biasa saja dan tidak perlu dipersoalkan. Mengapa ulama banyak mengalami perbedaan dalam Fiqh? Karena di dalam fiqh membedakan dua unsur utama, yaitu hablumminallah yang disebut fiqh ibadah dan habluminannnas yang disebut fiqh muamalah. Dalam fiqh ibadah tidak boleh kreatif dan inovatif. Fiqh ibadah harus memiliki ketentuan atau aturan yang sesuai dengan Al Qur’an dan hadits. Jika dalam suatu hal ibadah ada yang kreatif dan inovatif disebut bid’ah. Namun dalam urusan muamalat sebaliknya, tidak perlu takut dengan adanya bid’ah. Asal dapat membedakan mana yang halal dan haram maka tidak masuk kedalam lingkup bid’ah.
Di dalam menentukan hukum islam, pasti ada levelnya. Apakah hukum itu syariah atau fiqiyah. Tolok ukur penilaian bahwa itu Syariah dibuktikan aturan yang terdapat dalam al qur’an dan hadits. Sedangkan fiqiyah tidak harus tercantum dalam al quran dan sesuai keputusan bersama. Dalam fiqiyah ada tingkatannya. Tingkatan tertinggi merupakan kesepakatan ulama disebut ijma, yang mana keseluruhan orang yang akan melaksanakan setuju. Dibawahnya ijma ada ijtihad jama’i yang mana tidak semua sepakat tetapi sebagian besar setuju. Di dalam ijtihad jama’i juga terdapat jumhur. Selain itu, dibawahnya ijtihad jama’i ada ijtihad jama’i jumhur ulama. Dibawahnya ada lagi yang dikenal di Indonesia sebagai fatwa. Kemudian dibawahnya ada level bernama ijtihad ulama pribadi/individu. Maksud dari istilah ijtihad ulama pribadi/individu dapat digambarkan ketika ada tanya jawab ustadz dan jamaah atau lebih dikenal sebagai komunikasi dua pihak tanpa pihak ketiga. Dibawahnya ijtihad ulama pribadi/individu, juga ada lagi ijtihad yang dikenal sebagai ijtihad orang awam. Ijtihad orang awam adalah ijtihad yang dilakukan secara pribadi oleh orang awam (pendapat pribadi) tanpa meminta bantuan orang lain dan hanya mengandalkan pengalaman dan ilmu yang pernah dipelajari atau dikuasai.

SebelumnyaKewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam SesudahnyaMewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah
Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi
  KABUMA #18 Minggu, 03 Juni 2018 Pukul 15.45 – 17.30 WIB Habiburrahman El-Shirazy, Lc., M.A., Pg.D “Membangun Kewibawaan Intelektual dengan Mempererat Persahabatan pada Literasi” Notulis oleh Hanifah Makarim  ...
Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia
KABUMA #19 Senin, 4 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Dr. Nur Azid Mahardinata “Mewujudkan Pengembangan Bioetika di Indonesia” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari Pembukaan: Gambaran mengenai bioetika dimulai...
Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia
SAMUDRA #20 Selasa, 5 Juni 2018 Pukul 16.30 – 17.30 WIB Ust. Fauzi Adhim “Positive Parenting: Keluarga sebagai Pondasi Awal Kebermartabatan Indonesia” Notulensi oleh Cindy Nurmala MATERI Kita memiliki tanggung...
Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah
KABUMA #17 Sabtu, 2 Juni 2018 16.00 s.d. 17.15 Dr. Tiar Anwar Bachtiar “Mewujudkan Kepemimpinan Keilmuan melalui Sinergitas Ilmu dan Islam: Kilas Balik terhadap Dinasti Abbasiyah” Notulis oleh Amania Ittaqo...
Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam
KABUMA #16 Jum’at, 1 Juni 2018 16.57 WIB s.d 17.28 WIB Ir. Adiwarman Azwar Karim, S.EE., M.B.A., M.A.E.P. “Ekonomi Syariah : Pondasi Ekonomi Umat Islam” Notulis oleh Latifa Sakti Bintari...
Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam
KABUMA #15 Kamis, 31 Mei 2018 15.45 s.d. 17.15 Dr. Susanto, M.A. “Kewibawaan Ilmu Pengetahuan dalam Keilmuan Islam” Notulis oleh Dwi Ratnaningtyas MATERI Kenapa anak butuh kreatif? Apakah ada permasalahan...


WhatsApp chat